Saya merasa seperti sedang berada di studio film dengan exterior-interior rumah. Estetik dan pemiliknya memiliki cita rasa seni yang tinggi.
Traveling: Mandira’s Garden yang Estetik

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Saya merasa seperti sedang berada di studio film dengan exterior-interior rumah. Estetik dan pemiliknya memiliki cita rasa seni yang tinggi.

Saya cukup terkesan dengan penampilan stasiun kereta sekarang. Termasuk di Kota Serang ini. Tinggal tap saja barcodenya, beres. Ini lebih praktis.

Banyak kejutan ketika naik kereta. Ini memang harus disosialisasikan terus-menerus.

Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. Jadilah perempuan yang membanggakan seperti yang Kartini lakukan, yaitu menulis.

Santri Aji dan yang lainnya berjalan kaki siang dan malam, menghindari dari ancaman lahar gunung Krakatau. Santri Aji sampai di dareah Subang. Dia membangun pesantren dan menikah dengan gadis desa, yang juga ditaksir oleh tentara Belanda. Setelah lahir Aki Acing, tahun 1905, tentara Belanda itu menyatroni santri Aji. Terjadi perkelahian, tentara Belanda itu mati. Santri Aji ditangkap dan dibuang ke Aceh – nanti akan ada episode aku melacak jejak santri Aji ke Aceh.

Bapak yang anak pegawai negeri – ayah Bapak di Dinas Kehutanan – tidak mundur dan pantang menyerah. Bapak memanjat pohon kelapa dan berkali-kal merosot turun. Kata Emak, dada Bapak merah dan lecet. Tapi kemudian berhasil sampai puncak dan mngambil beberapa kelapa.

Rupanya, Bapak pernah memergoki Emak ngebon sembako di Babah Akong. Emak ke Jakarta, Bapak ke Bandung kuliah. Bapak di hari lain penasaran, bertanya kepada Babah Akong, “Siapa perempuan itu?” Babah Akong memberi tahu, bahwa perempuan itu bernama “Atisah” dan sedang sekolah guru di Jakarta.

Berkat 2 golnya ke gawang Yaman, kini Evandra menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di babak penyisihan grup Piala Asia U-17 2025. Padahal di Piala Asia U-20 2025 di China lalu, penampilan dan performa Evandra tak begitu mengesankan di tangan Indra Sjafri.

Saya lahir tepatnya di kampung Benteng, Koncara, Purwakarta, tanggal 15 Agustus 1963. Kata Emak, saya lahir Jum’at subuh. “Pake dukun paraji. Kepala kamu besar. Susah keluarnya. Emak hampir saja nggak ada umur.”

Aku selalu senang mengutip Multatuli, “Ya, aku bakal dibaca!” Maka aku pun menulis kisah hidupku agar orang-orang bisa bercermin dari kisahku. Ini kusadari betul, bahwa hidupku terdiri dari banyak kisah. Orang-orang sering iseng bertanya, “Jika kamu sekarang berlengan dua, apa yang akan kamu lakukan?”

Dari dulu saya selalu menggemakan: gantung koruptor. Itu sepadan dengan kejhatan yang sudah dilakukannya, yaitu menyebabkan kita jadi miskin. Apa yang dilakukannya sudah menyenangkan anak dan istrinya sekeluarga, tapi di sisi lain sudah menyengsarakan anak-istri se-Indonesia.

Jadi Timnas U17 lolos dengan sangat heroik, itu tentu ada sebab-akibatnya, yang selama ini iklimnya tidak sehat. Erick Thohir, Shin Tae-yong, naturalisasi-diaspora, itu menyuntikkan aura positif di iklim sepakbola kita. Sekarang, kita doakan saja ekosistem sepak bola Idonesia sehat, berkembang, dan maju seperti yang kita inginkan….

Quote “Aku sudah mati sebagai lelaki. Kini aku suami da ayah” ini adalah potret pergulatan batin aku sebagai seorang pria yang menyadari bahwa pernikahan dan menjadi ayah mengubah diriku secara total—bukan hanya status sosial, tapi juga cara berpikir, merasa, dan bertindak.

Teruslah berkarya. Hukum berkarya itu adalah: sesuatu yang baru, ide gila, dan berdampak ekonomi. Percayalah, jika kita bekerja keras, berpikir maju, selalu ada hal baru lahir tercipta. Itulah sebabnya kenapa: dunia milik orang-orang pemberani.

Lihat Marselino, Rizki Ridho, Egi Maulana Vikri, Witan Sulaeman, Ricky Kambuaya, Choki Caraka, Ramadan Sananta, Septian Bagaskara, Asnawi Mangkualam, bersaing keras, tidak cengeng. Mereka bisa jadi tolok ukur atau patokan bagi para boss dan pelatih klab-klab Liga 1 atau anak-anak muda Indonesia yang bermimpi membela negara bersama Timnas Sepak Bola Indonesia senior di kancah dunia! Kita nyanyikan lagu Indonesia Raya di seluruh stadion sepak bola dunia!

Terima kasih, Kang Ade. Hidangan makan siangnya di Pucuk Pare Resto yang bergelimang kemewahan. Sekali makan, rasanya lidah nagih lagi. Tak ternilai harganya ketika oksigen yang berhembus dari Gunung Karang, kami hirup hingga dada ini penuh.

Nah, jika novel yang kita tulis latar waktu tahun 2022, jika tidak menyertakan latar suasana Covid-19 rasanya aneh. Itu sebab setiap menggunakan latar waktu tahun tertentu sebaiknya kamu melakukan penelitian: ada peristiwa pentingkah di tahun itu?