Dua teknik menulis itu perlu kita coba dan kuasai. Yang pertama kita menonjolkan latar tempat saja, teknik menulis kedua memasukkan karakter tokoh di dalam latar tempat. Silakan dicoba.
Memasukkan Karakter Tokoh di Latar Tempat

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Dua teknik menulis itu perlu kita coba dan kuasai. Yang pertama kita menonjolkan latar tempat saja, teknik menulis kedua memasukkan karakter tokoh di dalam latar tempat. Silakan dicoba.

Di hari yang Fitri ini, mari kita sudahi ceramah -ceramah yang mengintimidasi seperti itu. Mari kita muliakan kaum perempuan, karena mereka adalah orang-orang yang akan melahirkan anak-cucu kita. Mereka juga yang akan melahirkan calon ibu berikutnya.

Dialog yang Kontroversial dan Penuh Konflik itu penting di dalam sebuah novel agar pembaca tidak bosan. Tidak perlu kita memberi tahu (dont tell) pembaca, tapi tunjukkan (showing) saja agar pembaca bisa membangun karater si tokoh dengan imajinasinya.

Puluhan tahun kemudian, persis 1 Syawal 1446 H atau Senin 31 Maret 2025, saya mengajak Tias menikmati kuliner di Jalan Sabang. Dari hotel kami jalan kaki menyusuri gang-gang di jalan Kebon Sirih. Saya ceritakan kepada Tias tentang legenda Jalan Sabang saat menikmati makan malam bebek dengan sambel hitamnya plus martabak telor dari Bangka. Kami makan malam diiringi musik jalanan yang melantunkan lgau-lagu Peter Pan.

Sungguh luar biasa daya tarik Kota Tua Jakarta ini. Walaupun alun-alun Fatahilah tutup selama lebaran, Kota Tua tetap istimewa dan mendatangkan rezeki bagi para pedagang. Saya sebetulnya pernah membawa anak-anak ke sini sewaktu kecil. Nanti saya akan ke sini lagi, berdua saja dengan Tias, menikmati masa pacaran dulu.

Lidah menagih kuliner dengan aneka rasa. Bukannya mnaja, api memang Allah sudah memerintahkan kepada kita untuk traveling dan menikmati kuliner di surat Al-Mulk ayat 15.

Setelah puas menonton orang-orang yang bagai air bah di stasiun Manggarai, kami menuju Stasiun Kota atau Beos. Tujuannya Kota Tua. Kami menikmati suasana Kota Tua; melihat orang-orang merayakan lebaran, melihat para pedagang yang mendapatkan rezeki berlebih kara ramai pengunjung. Kami menutup norak-norakannya dengan makan siang di Babah Koffie.

Setelah salat Ied, saya semakin menyadari bahwa keempat anak kami sudah memilih jalan hidupnya. Saya dan istri selalu mendukung pilhan mereka. Kami mengucapkan selamat lebaran, mohon maaf lair dan batin, ya.

Saya jadi ingat rumah makan Hadrami ini ketika bersama istri dijamu keluarga Judhie maan nasi lahm atau daging domba muda di Dubai. Ini juga begitu. Nasi mandi 3 piring, daging kambing muda, kari ikan tenggiri, dan roti hubus. Sudah lama juga kami tidak makan bareng anak-anak. Tapi untuk komplet itu sekarang susah.

Allahu Akbar. Lebaran 2025. 1 Syawal 1446. Selamat mudik, berkumpul bersama keluarga. Semoga Allah memudahkan dan memaafkan kita.

Rupanya memang konvoi takbiran dengan tegas dilarang. Begitu juga di sepanjang Sudirman – Bunderan HI – Monas. Sepi. Tak ada kemacetan. Tak ada aktivitas takbiran dengan konvoi kendaraan. Ya, takbiran di Monas sekarang sepi.

Jika mengingat peristiwa penghinaan itu, saya selalu mengenangnya dengan bangga. Bapak marah tapi memilih diam dan pergi. Sebagai guru olah raga, gaji untuk biaya hidup sebulan tidak cukup. Alhamdulillah, Emak juga guru sehingga membantu Bapak. Sepulang mengajar di sekolah negeri, Bapak mengajar di sekolah swasta untuk menambah penghasilan. Begitulah guru di zaman itu: pahlawan tanpa tanda jasa.

Waktu begitu cepat berlalu. Puasa Ramadan 2025 pun selesai sudah. Kepada semua sahabat di Indonesia, bahkan di seluruh dunia, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Lebaran, 1 Syawal 1446 yang jatuh pada hari Senin 31 Maret 2025. Kai mohon maaf atas segala kesalahan.

Manisan kolang-kaling memang menu andalan Emak setiap lebaran. Terbuat dari biji pohon aren (Arenga pinnata) yang berbentuk pipih dan bergetah, yang kemudian diolah untuk menghasilkan tekstur kenyal yang khas. Saat lebaran, dicampur es batu, masya Allah, segar. Semoga Allah memberi cahaya terang di alam kubur Bapak dan Emak.

Apa yang saya ingat pada lebaran 1976? Umur saya 13 tahun, kelas 1 SMP dan tinggall di Kota Serang. Baju dan celana baru, ketupat, kolang kaling, opor ayam. Di malam takbiranb tentu menyalakan petasan, kembangh api, dan menghitung ung yang akan didapat.

Saya suka dengan judul buku ini: Avonturir. Saya mengumpulkan bahan-bahannya pada rentang 1985-87; saat itu saya keliling Indonesia selama 2 tahun. Tadinya buku ini mau digarap jadi film Balada Si Roy sequel kedua. Tapi sequel pertamanya tidak box office, tampaknya batal.

Kita harus mengucap rasa ryukur karena masih diberikan kemudahan merayakan Lebaran 1 Syawan 1446 yang jatuh pada hari Senin 31 Maret 2025. Kita panjatkan doa terbaik. Semoga Allah memberikan kemudah kepada saudara-saudara kita di Myanmar.