Saya tiba-tiba ingat Bapak ketika berada di kereta rute Chongqing ke Beijing. Literacy Journey 12 Negara kini berpindah ke Beijing. Kenapa ingat Bapak? Karena saya sering diajak berkereta. Terutama diceritakan tentang ramalan Jayabaya dan Daendels.
Hal lainnya dari Bapak, “Jika sedang traveling, harus banyak bersedekah. Semampunya. Kalau ada pengemis, kasih. Kalau lagi makan, ada yang belum makan, ajak.”


Di perjalanan Vientiane Laos ke Hanoi Vietnam naik bus, ada backpackers dari Belanda yang tidak punya uang Laos. Saya ajak makan. Dia semakin kaget ketika tahu saya dari Indonesia. Juga dari Jerman, kaget ketika ditawari rokok oleh Jordy.
Di perbatasan Vietnam – China, di kota La Cai, saat kami sarapan nasi ketan dan telor, ada yang menawarkan tukar uang China dan kartu SIM ala pedagang asongan. Saya beri tahu kepada mereka nasihat Bapak kepadaku (mereka manggilnya Aki Harris).


Begitu juga ketika ada porter menawarkan jasa. Saya iyakan saja. Porter itu suami-istri, membawakan ransel kami hingga keluar dari imigrasi China.
Gol A Gong
Traveler, Author
15 Januari 2026:



