Pada tahun 2021, saya mulai berkolaborasi dengan Epigraf Bandung dan SIP Publishing di Purwokerto mengadakan pelatihan secara online.

Para peserta pelatihan harus mengerjakan tugas menulis. Jika lolos kurasi, diterbitkan menjadi buku. Pada tahun 2021 sekitar 5 buku antologi cerpen terbit, tetapi di tahun 2022 sekitar 50 buku antologi cerpen terbit.


Nah, di awal 2023 saya bekerja sama dengan Dandelion Publisher. Pelatihan menulis cerpen secara online digelar pada 11 Desember 2022, pesertanya sekitar 1500 orang. Enam buku antologi cerpen pun terbit. Ini luar biasa. Jadi aksi saya dan Dandelion Publisher atas persoalan darurat buku, ya, menulis, menerbitkan, dan menyebarkanya.

Ketika banyak orang mengeluh, mengeluh, dan mengeluh tentang rendahnya minat baca, Dandelion Publisher ibarat lilin yang memberi cahaya di kegelapan. Berbuat saja, jangan mengeluh, kemudian banyak alasan untuk tidak melakukan tindakan.
Tiga bulan setelah pelatihan, tepatnya Minggu 26 Maret 2023, sambil menunggu waktu berbuka puasa, Dandelion menggelar lagi pelatihan menulis cerpen secara online. Pesertanya sekitar 250-an orang dan yang lolos kurasi untuk 3 buku antologi cerpen.

Tiga hari kemudian, Kamis 30 Maret 2023, ada paket buku datang. Ketika saya buka, ada 6 buku antologi cerpen hasil dari pelatihan bersama saya pada 11 Desember 2023. Luar biasa, Dandelion. Saya sangat terkesan melihat cover bukunya. Paling menarik, judul-judul buku antologinya tematik dan dalam pemilihan diksi puitis sekali. Terasa aroma tahun 80-an.

Misalnya judul-judul bukunya:
1.Menabur Kisah, Menuai Kasih
2.Semesta Bercerita
3.Semesta Aksara Berkisah
4.Biduk Selaksa Aksara
5.Jejak Kata Bertabur Makna
6.Sembagi Arutala
Judul-judul buku antologi dengan diksi puitis dan dengan rima, sudah sangat jarang dilakukan.

Saya sendiri sebagai penulis begitu. Judul-judul novel atau cerpen saya cenderung antara 1 hingga 4 kata. Penting sekali menentukan judul buku, karena itu menunjukkan karakter bukunya.
Nah,bagaimana dengan aksi kamu dengan darurat buku ini? Jangan mengeluh terus. Ayo, menulis!
–oo00oo–




