Denting Baobala di Bulan Juli dan Usaha Merawat Ingatan

Bila setiap pengalaman memberi arti atas hidup, bagaimana kita harus bersikap atasnya? Atas peristiwa atau kisah dalam lintasan sejarah hidup, setiap kita punya pilihan: mengenang atau melupakan.

Bila pengalaman adalah guru terbaik, maka pilihannya bukan mengenang atau melupakannya tetapi menarik makna atasnya. Karena itu penting untuk merawat ingatan akan pengalaman hidup kita. Ingatan akan setiap kisah hidup perlu dilestarikan. Darinya kita bisa belajar. Kisah tentang kegagalan, bisa menjadi pelajaran untuk harus sukses di masa mendatang. Pengalaman jatuh, harus menjadi inspirasi untuk kita bangkit kembali di hari esok.

Namun harus diakui bahwa manusia punya ingatan yang pendek. Sering cepat lupa. Apa yang terjadi hari bisa dilupakan esok hari. Apalagi peristiwa yang telah terjadi berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bertahun-tahun lamanya. Ada kecendrungan dilupakan. Ya, stamina ingatan manusia memang lemah.

Karena itu cara yang terbaik dalam merawat ingatan adalah menulis. Pengalaman hidup itu bisa kita narasikan dalam bentuk tulisan. Dengan menulis setiap kisah hidup, kenangan akannya tidak pudar. Menulis pengalaman hidup adalah usaha agar setiap kisah tidak hilang tertelan waktu. Menulis adalah obat atau vaksin untuk memperkuat daya ingat kita. Menulis adalah obat merawat ingatan dan usaha melawan lupa.

Itulah yang dilakukan Yohanes Joni Liwu. Menulis setiap kisah hidupnya. Walau ditulis dalam bentuk cerita pendek, dengan penyamaran nama tokoh, kisah-kisah dalam cerpen tersebut sesungguhnya merupakan cerita nyata. Dengan menuliskan kisah yang pernah dialami, Joni Liwu (begitu penulis buku ini disapa) sesungguhnya berusaha merawat ingatan akan perjalanan hidupnya. Apa yang dilakukan Joni Liwu adalah sebuah upaya menolak lupa.

Tidak hanya itu, kumpulan cerpen tersebut kemudian dibukukan dengan judul yang diambil dari salah satu judul cerpen “Denting Baobala di Bulan Juli”. Dengan menulis dan membukukannya, Joni Liwu tidak membiarkan kisah-kisah yang terlintas dalam perjalanan hidupnya berlalu tanpa bekas. Apalagi tidak memberi arti baginya. Karena setiap kisah hidup memiliki makna bagi masing-masing kita.

Denting Baobala di Bulan Juli. Itulah judul buku berisi kumpulan pengalaman Joni Liwu yang dikemas dalam cerita pendek. Buku berisi dua belas cerpen ini mengandung kisah yang terbentang mulai dari kampung Hewa hingga ke ibu kota Propinsi, Kupang. Dalam cerpen Denting Baobala di Bula Juli, misalnya Joni berkisah tentang kampung halamannya, Hewa. Sebuah desa terpencil di Flores Timur, yang memiliki adat dan budaya yang masih terawat dengan baik hingga kini. Misalnya budaya dalam berkebun.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==