Kini puisi ini tetap relevan. Sedang tumbuh generasi muda di Indonesia, yang sedang menyusun lampu-lampu agar menyorot kepadanya. Segala rencana baik dan busuk disiapkan di ruangan bersahaja, luas, sempit, dan mewah. Kursi kepala daerah dan gedung dewan sasarannya dengan modal semangat dan baligo di jalanan. Pilkada serentak di depan mata.

1.
HIPOKRIT
Seekor monyet gelisah melihat dirinya di cermin
Menggaruk-garuk kepala, bingung memilih apa
Menguliti kutu, bermaksud hina mengusir lawannya
Mencakar ganas, siapa berani merebut makanannya
Seekor monyet gelisah membuka topengnya di cermin
Dia menjerit melihat dirinya berubah jadi manusia
*) Kuala Lumpur, 25 April 2012

2.
METAMORFOSIS
Kambing menua warna bulunya berubah hitam
Manusia menua warna rambutnya beruban putih
Kambing dan manusia akan menua dan mati
Kambing hitam tak mau diburu manusia
Manusia beruban beternak kambing hitam
Kambing hitam dan manusia beruban memborong cat
Toko si Engkoh panen diserbu kambing dan manusia
Warna catnya berubah; putih kambing hitam manusia
Seluruh kambing hitam mengecat bulunya jadi putih
Manusia beruban mengecat rambutnya jadi hitam
Kambing dan manusia duduk di meja perundingan
Berdebat berebut kesempatan dalam kesempitan
Pemimpin rapatnya monyet memakai topeng manusia
*) Kebun Binatang Bandung – Serang, 2003 – 2013

3.
KUCING SARAPAN IKAN
”Meong, aku lapar!”
dengus kucing kurapan
Dicongkelnya lemari papan
Padahal sudah satu ikan dikasih tuan
Begitu selalu tingkah kucing jantan
Tak pernah kenyang walau sudah sarapan
*) Rumah Dunia, Serang, 24-04-10

4.
IKAN DAN BALIHO
Namaku: ikan tawar.
Aku tinggal di kota, di kampung, di mana saja.
Asal di negeri ini ada sungainya,
tentu ada pabrik beserta limbahnya,
di situlah aku tinggal.
Setiap aku berenang melewati tikungan jalan,
selalu banyak orang tersenyum sorga.
Berjanji tak akan menangkapku,
berjanji membersihkan sungai dari limbah.
Kutatapi baliho dengan aneka wajah tak berdosa.
Banyak manusia belum mampu membacanya.
Bagiku wajah-wajah itu bertaring, bermata merah,
bertanduk, dan lidahnya berapi.
*) Rumah Dunia, Serang 7 April 2011


