Gol A Gong Bagi-bagi Buku di PKKMB Untirta Serang

Mas Gol A Gong di undang sebagai narasumber di hari ke 2 PKKMB Untirta yang diadakan di Auditorium Untirta Sindangsari. Ini adalah kali keduanya aku diajak Mas Gol A Gong untuk menghadiri sebuah acara dimana beliau sebagai narasumbernya.

Sebelumnya aku pernah diajak ke gedung Ombudsman RI di Jakarta dalam acara lauching Pojok Baca Digital (POCADI) dan bedah buku “Kisah Seorang Pionir: 10 Tahun memandu Ombudsman Bali” Yang ditulis oleh Umar Ibnu AlKhatab—Kepada Ombudsman RI perwakilan Bali tahun 2012-2022.

Kebiasaan Mas Gol A Gong ketika mengisi acara adalah selalu membawa buku untuk dibagikan kepada peserta, sebagai bentuk apresiasi karena sudah berani maju untuk berbicara di depan teman-temannya. Hal itu beliau lakukan sebagai bentuk nyata kampanye baca dan tulis.

“Saya membagikan buku di setiap kegiatan sebagai bentuk nyata kampanye membaca dan menulis, jadi tidak hanya bicara saja, menyuruh orang membaca,” kata Duta Baca Indonesia 2021-2025 itu.

Seperti kegiatan hari ini di Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Untirta, aku diminta bantuan untuk membawakan buku untuk dibagikan ke peserta. Ada sekitar 8 buku diantaranya adalah novel legendaris karya beliau Balada Si Roy yang bulan September-Oktober nanti filmya akan tayang di bioskop.

Sebelum memulai materinya Mas Gol A Gong mengacungkan 1 buku dan bertanya siapa yang menginginkan buku tersebut. Hampir semuanya antusias angkat tangan, tapi tidak ada yang maju untuk mengambil buku tersebut. Sampai 3 kali bertanya, baru ada beberapa peserta yang melakukan tindakan nyata untuk maju ke depan mengambil buku yang diacungkan.

Dari situ Mas Gol A Gong mengatakan bahwa terkadang kita menginginkan sesuatu tapi tidak ada tindakan nyata untuk menggapainya. “Mungkin kebanyakan dari kalian khawatir akan banyak hal, padahal hanya tinggal mengambilnya saja,” Ujar Gol A Gong kepada peserta.

Beberapa buku yang lainnya dibagikan kepada peserta yang berani maju kedepan dan menjawab pertanyaan dari Mas Gol A Gong. Pertanyaan bukan pertanyaan yang serius, tapi pertanyaan ringan yang memecah tawa peserta, seperti kriteria pasangan peserta yang maju.

Di akhir materi juga Mas Gol A Gong memberikan novel Balada Si Roy kepada peserta yang pertanyaannya paling bagus. Ada 3 peserta yang maju kedepan dan bertanya, tapi buku Balada Si Roy jatuh ke tangan Ochi—mahasiswa dari Fakultas Teknik jurusan Teknik Kimia yang bertanya soal minat baca Indonesia yang rendah menurut beberapa survei.

Mas Gol A Gong menjawab bahwa minat baca Indonesia tidak rendah, hanya saja akses terhadap bahan bacaannya sulit. Ditambah dengan jumlah penulisnya yang belum banyak.

“Menurut standar UNESCO setiap orang harus membaca 3 buku baru setiap tahunnya. Sedangkan di Indonesia 1 buku ditunggu oleh 90 orang. Jadi tugas saya sebagai Duta Baca Indonesia adalah menurunkan rasio antara jumlah penduduk dengan buku yang terbit,” Ujar Gol A Gong.

Aku sepakat dengan Mas Gol A Gong, bahwa minat Baca di Indonesia tidak rendah, bukti nyatanya adalah ketika Mas Gol A Gong mengacungkan 1 buku, hampir semua peserta antuasias angkat tangan. Dan buku yang bawa untuk dibagikan selalu habis.

Jadi kalau Mas Gol A Gong datang ke suatu acara dan mengacungkan buku, langsung saja lari ke depan dan ambil bukunya. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==