Saya mendengarkan cerita lucu Kang Ibing di Spotify tentang orang mabok dalam Bahasa Sunda. Saya sadur ke dalam Bahasa Indonesia dengan menambahi dialog dan setting lokasi. Selamat membaca:

Tadi pagi saya jalan-jalan di sekitar kampung terus ke perumahan. Ketika melewati jalan kereta, ada lelaki lusuh sedang merangkak di rel kereta. Wah. Bahaya.
“Kang, nanti ada kereta. Bahaya,” kataku.
“Tenang. Sedang dalam perbaikan,” suaranya belel. Bau alkohol murahan.
“Akang sedang memperbaiki rel kereta?”
“Iya. Tapi ini tangga kok tinggi amat, ya. Sudah sejam saya naiki, nggak ketemu ujungnya. Ini sudah langit ke berapa, ya? Jangan-jangan kamu malaikat?”
***

Nah, ini ide cerita yang bisa kita kembangkan. Bagimana kelanjutannya? Apakah mau diselesaikan di situ saja menjadi flash fiction? Boleh-boleh saja. Tapi jadi cerpen standar juga masih ada peluang.
Kita tinggal menguatkan karakter tokoh “aku” dan “lelaki mabok”. Cari latar belakang cerita kedua tokoh itu. Misalnya latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi.


