Inilah Nikmat Menulis yang Perlu Anda Tahu

Sekarang hal tersebut tentu sudah jarang dilakukan sejak era digital, seiring sudah jarangnya koran cetak ditemukan. Yang bisa dilakukan mungkin membagikan berita tersebut di dinding media sosialnya atau menyimpan tangkapan layar berita tersebut di laptop atau HP.

Sebelum era internet datang, saya dulu rajin membeli kliping koran. Pernah dulu ada pengalaman membongkar lapak penjual kliping koran berjam-jam. Ketika saya berkunjung ke Perpustakaan Provinsi (Sumbar), saya akan berlama-lama di ruang arsip koran cetak. Saya membolak-balik koran tersebut mencari jejak “manuskrip” tentang tulisan saya yang pernah dimuat koran yang kadang terlewatkan oleh saya.

Kadang memang saya tidak tahu tulisan tersebut dimuat atau tidak. Maka salah satu caranya adalah membongkar kembali koran-koran tersebut di perpustakaan. Saya yakin pengalaman-pengalaman seperti ini pernah dilalui orang-orang yang bergiat di dunia menulis. Bagi saya, menyimpan kliping koran yang memuat tulisan sendiri adalah sebuah aktifitas intelektual.

 Begitulah yang dirasakan seorang penulis maupun illustrator jika karyanya berhasil dicetak (tentu setelah melewati penulisan dan editing yang melelahkan). Rasa bangga tersebut terkadang lebih dari uang. Walau sebagian besar buku-buku yang saya terbitkan jarang memperoleh income dari penjualan. Lebih sering didonasikan dan tampil di event-event saja. Namun kepuasaan tersebut tidak kalah seperti memajang buku di toko buku besar. Sejak beberapa tahun lalu, saya memang membuat sebuah niat untuk menerbitkan setidaknya dua judul buku per tahun. Tapi, memang tidak pernah lolos dipinang penerbit mayor, bahkan biaya cetak ditanggung sendiri. Namun, saya tidak pernah kapok.

Apa untungnya menghamburkan uang untuk menerbitkan buku yang juga tidak dipajang di toko buku? Nasehat-nasehat penulis senior selalu tergiang di telinga saya. Sebuah buku punya rezekinya masing-masing. Mungkin memang tidak bisa menembus penerbit terkenal, tapi terkadang buku tersebut tetap juga kehabisakan stok di gudang. Saya pernah punya pengalaman buku saya diborong pejabat ketika diikutkan pameran. Saya pernah juga dapat pengalaman memperoleh sponsor untuk menerbitkan buku. Terkadang ada saja rezeki buku tersebut yang tidak disangka-sangka. Satu hari lalu Pak Nirwan Arsuka (Pendiri Pustaka Bergerak) mengirim foto buku saya  (dengan latar kota Istanbul, Turki) yang turut beliau bawa dalam pameran di Turki. Saya senang, ini contoh rezeki menulis buku dalam bentuk lain.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==