Aku banting-tulang, bekerja untuk anak dan isteri. Tapi bossku tidak peduli. Setiap pagi, aku membungkuk dan menyapa bossku, “Selamat pagi, Pak.” Tapi dia selalu asik mengobrol dengan seseorang lewat handphonenya.
Aku dianggapnya patung tak bernyawa. Kamu pasti bisa merasakan beratnya bebanku. Kamu mengalaminya juga? Jangan kuatir, sekarang aku sudah terbebas dari beban itu. Kok, bisa? Ini dia yang aku lakukan:
1. Cari Peluang untuk Komunikasi yang Lebih Baik
- Aku cari waktu yang tepat untuk berbicara dengannya secara pribadi. Aku katakan apa yang kurasakan dengan tenang dan hormat.
2. Fokus pada Apa yang Bisa Kamu Kontrol
- Aku tidak membiarkan sikapnya merusak semangatku. Aku tetap bangga dengan pekerjaanku.

3. Berikan Penghargaan pada Dirimu Sendiri
- Aku melakukan sesuatu yang aku nikmati bersama keluarga dan teman, terutama hobiku main futsal untuk melupakan sikap bossku.
4. Curhat dan Minta Dukungan
- Aku bercerita kepada istri dan teman dekatku. Kadang, hanya dengan berbagi perasaan, beban terasa lebih ringan.
6. Tetap Profesional
- Seburuk apa pun perlakuan bosmu, aku tetap profesional. Boss yang menggajiku.
Kita adalah pahlawan keluarga, dan itu jauh lebih penting daripada perhatian dari bos yang mungkin tidak menyadari usahamu. Kita harus semangat terus, ya! 😊



