Muhammad Syarif Bando selaku ketua Perpustakaan Nasional RI ikut serta menghadiri acara tersebut sekaligus memberikan keynote speech. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, bahwa tugas Perpusnas itu sebagai Regulator, Akselerator, dan Intervensi. Sedangkan untuk daerah yang sulit dalam mengakses fasilitas seperti perpustakaan, Perpusnas menyediakan buku-buku bentuk digital yang sangat mudah untuk diakses.

“Anggaran untuk provinsi sebesar 15 M, sedangkan untuk komunitas-komunitas biasanya disediakan fasilitas seperti motor atau mobil untuk perpustakaan keliling,” ucap Syarif Bandu sebelum menutup sambutannya.

Sebelum memasuki acara inti, Gol A Gong menjelaskan secara singkat tentang insight safari literasi yang menjadi salah satu program unggulan dari Duta Baca Indonesia.

Gol A Gong menjelaskan daerah yang sudah dikunjungi di berbagai penjuru Indonesia melalui program Safari Literasi. Tak hanya itu, Gol A Gong juga membuat suatu terobosan baru dengan menciptakan program Celemek Ajaib Paman Gong yang sangat menarik bagi anak-anak.

Kemudian acara dilanjutkan dengan talk show yang dipandu langsung oleh Gol A Gong sebagai moderator dalam acara tersebut. Pada kesempatan kali ini ada 4 narasumber yang akan berdiskusi seputar budaya minat baca di Banten.

Narasumber yang pertama yaitu Nelwati S.S M.Si (Pustakawan Ahli utama Perpusnas RI), yang kedua adalah Evi Syaefuddin S.Ag., M.Si (Kadisusip Perpusda Banten), yang ketiga yaitu Arip Sanjaya S. Pd., M. Phil (Dosen Filsafat Untirta), dan yang terakhir adalah Sidiq Mulhaq (peraih nugrah pustaka 2023).


