Selanjutnya, Arip Sanjaya S. Pd., M. Phil, selaku akademisi Untirta pun ikut menambahkan bahwasannya fenomena minimnya budaya minat baca itu memang benar adanya, bahkan di kalangan mahasiswa dan dosen sekali pun. Contohnya seperti tas mahasiswa lebih banyak diisi oleh kosmetik dibandingkan buku, di ruang publik kampus seperi kantin, koridor tidak ada diskusi soal literasi atau baca buku, sedikit sekali mahasiswa yang gemar datang ke perpustakaan.


Lalu, Sidiq Mulhaq sang peraih nugrah pustaka 2023 dari Perpusnas pun ikut memberikan tanggapan dari sudut pandang kehidupan anak-anak di kampung. Sidiq pun membenarkan bahwa fenomena rendahnya minat baca juga terjadi di lingkungan anak-anak di kampungnya. Maka dari itu, Sidiq pun berinisiatif untuk membuat Taman Baca Masyarakat Garda Cendekia agar anak-anak bisa mengalihkan waktu luangnya untuk kegiatan yang positif, contohnya dengan membaca buku, latihan menjahit, membuat pouch, masker dan minyak yang berbahan baku kelapa.

Terakhir, Nelwati kembali menyampaikan upaya yang telah dilakukan oleh Perpusnas dalam rangka meningkatkan budaya minat baca masyarakat yaitu dengan adanya IPusnas, Bintang Perpusnas dan lain-lain, yang memudahkan masyarakat untuk mengakses buku di mana pun.

“Selain itu, Peprupnas juga memberikan bantuan bangunan gedung, BIMTEK, Diskusi, kolaborasi dengan elemen-elemen pendukung seperti Kominfo, Bank Indonesia, OPD dan lain sebagainya,” tambah Nelwati.
Acara berjalan dengan lancar sampai akhir dan ditutup dengan kegiatan makan bersama.
Serang, 25 November 2023




