Literasi Keluarga Dimulai dari Ibu

Emak bagi saya adalah penceramah yang baik. Emak adalah penyampai literasi keluarga yang hebat. Emak adalah perpustakaan pertama di rumah. Bapak di posisi literasi keluarga adalah penjaga gawangnya. Jika ke persoalan sarana dan prasarana, Bapak yang bersiap-sedia. Yakinlah, literasi keluarga dimulai dari ibu.

Hasilnya? Saya merasakannya. Sangat bermanfaat bagi pengembangan potensi diri saya.  Dari berolahraga, membaca, dan mendengarkan dongengu saya mendapatkan keuntungan berupa:

1.Tubuh sehat
2.Hobi traveling
3.Prestasi
4.Berwawasan
5.Sense of crisis

Orangtua saya sudah menanamkan satu pilar pembangunan manusia kepada saya dengan sangat kuat, yaitu  pembangunan karakter lewat pembudayaan literasi di rumah. Bapak membangun perpustakaan di rumah. Itu adalah harta karun berupa literasi keluarga yang ampuh.

Dalam perjalanannya, Emak dan Bapak memanen hasilnya dari saya. Sewaktu kelas 6 SD saya ikut pameran di sekolah. Saya membuat sandiwara radio. Di SMP membuat komik; saya menggambar dan membuat naskahnya. Di SMA saya membuat majalah dan puisi saya sudah dimuat di majalah HAI.

Kini, saya menikmati hasilnya. Panen raya. Di Badminton, saya juara pertama badminton Penyandnag Cacat se-Asia Pasifik di Solo (1985) dan Jepang (1989). Dari kegiatan membaca, saya sudah menulis 126 buku. Bahkan saya sudah mengunjungi 20 negara. Pencapaian dari praktik baik literasi itu sangat bermanfaat buat saya, juga keluarga, anak-istri, bahkan lingkungan. Semuanya aku tumpahkan di Rumah Dunia. Saya sebarkan segala kemampuan saya di bidang sastra, jurnalistik, dan film kepada anak-anak muda di seluruh Indonesia. Tujuannya agar anak muda Indonesia tumbuh literat.

Sekarang saya jadi Duta Baca Indonesia Perpusnas RI, meneruskan perjuangan Najwa Shihab sejak 30 April 2021. Saya mencoba mengajak orang-orang – sesuai arahan Kepala Perpusnas RI Drs. Muhamad Syarif Bando, MM, agar kita tidak lagi terpengaruh dengan penghakiman dunia luar sebagai bangsa yang rendah minat bacanya. Survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019 bahwa kita masih rendah budaya membacanya, jangan terlalu ambil pusing. Kita berbuat saja.

Jadi, literasi keluarga di rumah kita tingkatkan. Sediakan perpustakaan di rumah, tentu paralel dengan literasi digital yang sedang marak. Yakinlah, Literasi Keluarga Dimulai dari Ibu

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==