Paling repot kalau sudah sarapan di hotel. Tapi, kadang momen sarapan itu tidak bisa diulangi. Melihat chef menyusun menu makanan di meja hmm… Salad, cake, ketupat sayur, nasi goreng, nasi putih, roti dan selainya. Semua ingin saya makan. Bukannya serakah, tapi memang lidah menagih-nagih.

Saya tahu bahwa untuk lelak di usia 53 tahun ke atas harus hati-hati dengan pola makan. Rendang, semur daging kambing muda, sate, rawon, gulai ikan, otak, kikil, ya Allah, lidahku tidak pernah kuat. Tapi salah satu filosofi traveling adalah: cita rasa lidah di setiap kota tak akan pernah sama!

Niatnya sepulang dari traveling itu detox atau diet ketat. Sarapannya jus. Beberapa hari sukses. Kemudian sarapan kupat tahu di pasar. Kita tahu kupat tahu adalah kuliner lokal Sunda yang sudah sangat melegenda. Tidak mampu Abang menolaknya.

Setelah itu, isteri saya mulai tidak tega. Seperti hari ini, Jum’at 1 Juli 2022 ibarat Jum’at berkah bagiku. Tiba-tiba saja…

Ya Allah, terima kasih isteriku. Nasi goreng! Nikmat apa lagi yang mesti kudustakan? Tidak ada. Jangan. Nikmati saja nasi gorengnya.
Ah, Maksud Hati Diet, tapi Gagal Lagi, Gagal Lagi.
Gol A Gong


