Setiap mendatangi satu kota, aku selalu mencari masjid di sana. Selain sujud syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan bertebaran di muka bumi; bertemu saudara-saudara sesama manusia, juga menikmati keindahan alam-Nya.
Di Bangkok aku tidak sempat ke masjid di Kampung Jawa, tapi di Laos ke masjid Kamboja, di Hanoi ke Masjid Al Noor di Old Quarter, di Urumqy Xinziang di 2 masjid. Kini di Almaty, juga di 2 masjid; di Tastak dan sekarang di Masjid Agung Almaty (Almaty Central Mosque). Masjid ini dibangun pada tahun 1999 dan diresmikan pada tanggal 27 September 2001.


Aku cari di Google, masjid ini dirancang oleh arsitek Kazakhstan, Bayan Yessentayev, dan memiliki gaya arsitektur modern dengan sentuhan tradisional Islam. Masjid ini dapat menampung hingga 3.000 jemaah dengan kubah dan menara keemasan yang indah. Tamannya memajang dengan pemandangan pegunungan Tian Shan yang bersalju.
Masjid ini dibangun atas inisiatif Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, dan didanai oleh pemerintah Kazakhstan. Masjid ini merupakan simbol kebanggaan umat Muslim di Kazakhstan dan merupakan tempat ibadah yang penting bagi masyarakat Muslim di Almaty.



Bagiku penting sekali kita menyingkir sejenak dari riuhnya manusia dan kendaraan ke masjid. Apalagi saat backpackeran di negeri orang, aku bisa melihat kehidupan religi mereka. Dengan “menjadi” warga lokal, aku bisa berinteraksi langsung dan menikmati cara hidup mereka juga kuliner, fashion, filosofi hidup, tranportasi kota, destinasi wisatanya yang berkelanjutan, dan tentu cara mengelola kotanya.

Untuk apa itu semua? Aku kan bukan pejabat yang punya otoritas atau pembuat kebijakan? Pertama untuk Jordy-Natasha yang sekarang menemaniku Literacy Journey 12 Negara selama 3 bulan. Pengalaman ini akan terekam di pikiran mereka. Aku yakin itu akan mewarnai cara berpikir mereka di masa depan. Insya Allah.
2 Februari 2026
Gol A Gong
Traveler, Author



