Menyiapkan Baju Untuk Menghadiri Pernikahan Keponakan

Jadi aku pun bertekad untuk model seragamku harus ada wirunya. Tekad itu muncul di pagi hari dan harus jadi hari itu juga. Hubby yang baru sampai rumah udah paham kalo aku udah ngeluarin mesin jahit, bakal nggak bisa diganggu. Jadi kami membicarakan lebih dulu segala urusan pekerjaan, anak-anak, rencana-rencana, orderan kerjaan, termasuk soal hati. Tsaah. 🤣

Selesai ngobrol aku keluar kamar dan mulai gelar kain dan siapin mesin jahit. Sementara itu hubby meneruskan tidur. 🤣

Alhamdulillah. Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih. Akhirnya bisa jadi juga inner dress seragam nikahan ini. Masih perlu finishing, sih. Aku masih nunggu paket bisband sewarna kain yang kemarin baru dicek out. Iya, bisband-nya buat pelapis pinggiran jahitan. Aku malas memikirkan memotong kain pelapisnya, karena panjang kain yang terbatas. Lebih praktis pakai bisband, harganya pun murah.

Monmaap itu foto harus ada stiker bunga segede gaban menutupi kepalaku. 😂

Ketika aku menulis ini, baru ingat ada aturan arah lilit kain dan wiru. Astaghfirullah. Entahlah benar atau salah, lilitanku ke arah kiri, sih. Dulu waktu masih rajin, aku pernah membongkar wiru yang sedikit lagi jadi, karena posisi wirunya salah. Kalo sekarang salah pun aku woles aja, orang udah jadi baju. 🤣

Masa kecilku kok seperti di bawah tekanan apa gitu, padahal nggak ada yang mewajibkan. Jadi kalo ada anakku yang memilih keribetan atas nama ingin belajar dan standarnya tinggi, ya aku harus introspeksi, ygy. 😂

Sehat-sehat semuanya! ❤️

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==