Namun, yang punya gawe pengin temanya djadoel, jadi dipilihlah bawahannya batik. Opsi pakai kain wiru instan tidak bisa diwujudkan karena jumlah stok di berbagai market place tidak cukup. Yang ready kain lembaran. Yasudah yang penting kembaran, meskipun ada perbedaan motif batik untuk para bibi dan sepupu.
Mulailah ibuk-ibuk memikirkan cari penjahit untuk bikin bawahan instan. Awalnya aku mau pakai batik dengan wiru plus setagen. Udah lama nggak pakai setagen gitu, terakhir setelah melahirkan si bungsu.

Agak ribet memang, tapi enak di perut dan berasa ramping otomatis. Lha iya lemak perut disembunyikan dibalik lilitan. Trus aku ingat tugasku sebagai panitia nanti membutuhkan gerakan sat set sat set, pakai kain dililit bakal menghambat lajunya. Jadi aku mikir ulang model bawahan seragamku.
Akhirnya terpikir bikin inner dress aja. Harusnya sih mudah motong kainnya, orang modelnya terusan, nggak pakai aneh-aneh. Tapi kainnya kan sudah bermotif, dan lebar kain batik terbatas. Jadilah harus potong kain bagian atas dan bawah badan.


