Menyiapkan Baju Untuk Menghadiri Pernikahan Keponakan

Sebagai percobaan kain seragam milik anak bungsu kupotong dulu. Kalo salah kan seragamku masih ada. Wkwkwk. Biar nggak terkesan biasa, aku kasih aksen ploi alias lipatan di depan. Alhamdulillah setelah sukses aku baru kerjakan kainku sendiri.

Sementara seragamku kubuat ada wirunya. Tadinya mau aku videoin dari awal, tapi kemalasan hadir duluan, gais. Padahal kan bisa dibuat konten, ya. 🤣

Butuh keseriusan bikin wiru ala-ala gitu. Kalo ibuku lihat pasti ketawa. Waktu SD aku belajar mewiru kain dari Ibu, dan setelah beberapa kali gagal, aku memutuskan berhenti. 😂Lagian anak SD ngapain coba menyusahkan diri mewiru, di saat teman-teman sebaya main benteng-bentengan. Gustiii emang aku anak aneh. 🤣

Tapi aku serius belajar mewirunya, dan ibuku serius mengajari. Maka standar yang beliau terapkan juga tinggi, misalnya ukuran wiru harus sama, jumlah harus tepat, kalo salah aku disuruh mengulang dari awal. Herannya aku mau aja, karena aku anaknya nggak mau mengalah begitu saja. Ha-ha-ha.

Gaya wiru Solo sama Yogya kan beda, ya, nah aku harus memahami itu. Sungguh berat ya perjuangan belajarku. Padahal sekarang aku juga udah lupa aturan-aturan dalam perwiruan. Rasanya senang aja belajar hal baru.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==