Gempa, gempa! Saat bincang literasi berlangsung di aula water boom, Kota Ternate berlangsung, gedung bergoyang. Beberapa orang berlarian ke pintu keluar.
Gempa di Sangihe Sulawesi Utara, Guncang Bincang Literasi di Maluku Utara

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Gempa, gempa! Saat bincang literasi berlangsung di aula water boom, Kota Ternate berlangsung, gedung bergoyang. Beberapa orang berlarian ke pintu keluar.

Saat tanya jawab, para peserta antusias dengan literasi kelurga yang Gol A Gong sampaikan. Ada juga yang bertanya tentang tips menulis novel, dan cara memotivasi diri agar semangat membaca. Tentu mereka yang bertanya mendapat hadiah buku dari Perpustakaan Nasional.

Tias mulai kesulitan mengatur penghasilanku dari menulis, royalty buku, dan honorarium sebagai narasumber untuk keluarga, Rumah Dunia, dan hobi travelingnku. Andai saja…

Semua Ibu Kota di Pulau Jawa sudah memiliki transportasi umum serupa, hanya di Ibu Kota Provinsi Banten saja yang belum ada.

Acara peperan dan sunatan di sana hanya boleh dilaksanakan pada bulan Kalima mereka menyebutnya. Alasannya, ini merupakan budaya peninggalan nenek moyang mereka.

Sesampainya di Keraton Kaibon, kami disambut oleh arsitektur yang megah dan eksentrik. Lokasi ini menggabungkan gaya arsitektur lokal dengan pengaruh Eropa yang kental. Pilar-pilar besar, jendela-jendela tinggi, dan ukiran-ukiran yang rumit menghiasi setiap sudut bangunannya.

Kampanye membaca dan menulis harus terus-menerus kita dengungkan. Dan tentu kita harus memberi conto juga.

Zainuddin M. Arie ini mutiara literasi Maluku Utara. Dia pendiri Teater Anak Bangsa Maluku Utara. Aku beruntung mendapatan suntikan semangat dan hadiah buku darinya.

Tampil apa adanya. Jangan ditutup-tutupi. Seperti aku yang terus beradaptasi dengan lingkungan yang tubuhnya sempurna. Akhirnya semua menyesuaikan.

Semakin lama, rak-rak buku di Museum Literasi Gol A Gong semakin sesak dengan buku. Saat di Kota Ternate, saya mendapat souvenir 2 buku tentang Maluku Utara.

Agenda Duta Baca Indonesia kali ini di Kota Ternate. Kegiatannya Kamis 11 Juli 2024 bersama Perpusnas dan Dinas Perpustakaan Provinsi Maluku Utara. Tapi karena saya datang Rabu 11 uli 2024, Dinas Perpustakaan Kota Tarakan mengajak saya mampir di “Bincang Literasi”.

Aku memang bukan orang baru di Perpusnas RI. Aku beberapa kali jadi naras umber. Bahkan pernah jadi kandidat Duta Baca Indonesia 2016-2020 dimana Najwa Shihab terpilih.

Turut hadir 4 pemateri dalam acara ini. Yakni Gol A Gong, Duta Baca Indonesia yang memberikan motivasi literasi dan semangat kepada penerima beasiswa untuk bisa berdaya dan berkarya.

Ada sisi lain dari perjalanan ini yang menunjukkan kebalikan dari negara-negara bahagia itu. Persinggahan di Moldova membuka pandangan mata pada sebuah negara miskin dan kumuh, yang menurut data Ruut Veenhoven merupakan negara paling tidak membahagiakan di bumi.

Jujur saja, awalnya aku menganggap ini prank. Mana percaya aku! Duta Baca Indonesia itu di mataku: glamour! Selalu mendapat tepuk tangan, lampu blitz, dan ekspos TV! Lha, aku? Jauh panggang dari api!

Saya sangat mengimani surat Al Alaq. Ayat 1-5 yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikan Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sewaktu beliau bertafakur di Gua Hira. Saya sampai ke gua Hira pada 2012 untuk merasakan bagaimana kehebatan surat Al Alaq itu.

“Mas, minta foto, ya,” biasanya begitu orang-orang berkasta kepada saya setelah acara selesai. Saya mencandainya,