Pengalaman Orasi Literasi Rumah Dunia yang Cukup Menantang

“Fajri, kamu maju duluan” ucap Gol A Gong kepada saya. Mendengar panggilan itu, muka datar dan kebingungan menghampiri dengan sangat jelas. Saya tidak tau, harus mengucapkan apa nantinya di atas panggung.

“kamu bicara tentang sawah, posisi kamu berbicara sebagai Kepala Desa” ujarnya. Saya pun naik ke atas panggung dengan jantung yang berdetak lebih kencang. Ada perasaan takut bicara dan khawatir ga nyambung apa yang saya ucapkan. Namun dengan penuh kehati-hatian, saya perlahan mampu berbicara mengenai sawah, dengan posisi kepala desa.

Di penghujung salam, mereka yang mendengarkan nantinya akan memberikan saran dan kritik tentang orasi saya. Yah, kegiatan itu sebagai ajang mengasah publik speaking, agar nantinya tidak malu jika sewaktu-waktu ditunjuk untuk memberikan sambutan atau sepatah kata.

“Tema yang kalian bawakan, nanti buat dan jadikan karya essai, ya” Perintah Gol A Gong menutup kegiatan orasi. Saya merasa tugas itu agak berat, sehubungan harus dituangkan dalam bentuk essai, begitupun dengan teman relawan lainnya, yang diberikan tema Nipen/Kursi, Naufal/Rumah, dan Rahmet/kacamata. Kita harus benar-benar jeli dan teliti, agar konotasi tema tersebut bisa menjadi ilmu dan bacaan yang menarik.

Muhammad Nurul Fazri

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==