Penonton yang hadir tampak puas dengan pementasan pementasan kolaborasi antara Nara Teater dan Fanfare. Pertunjukan yang disaksikan 1000 orang lebih, mulai dari pejabat teras Kabupaten Flores Timur dan para Imam di keuskupan Larantuka serta masyarakat umum.

Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Maksan Kian, yang turut menyaksikan pertunjukan Tonu Wujo juga mengucapkan selamat atas pementasan tersebut.

Pertunjukan ini menangkal rasa kuatir masyarakat, bahwa pertunjukan di Flores Timur akan bertumbuh karena minimnya regenerasi. Para pelaku seni pertunjukan justru yakin, bahwa kesenian di Flores Timur dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pementasan yang penuh semangat di belakang gedung OMK pada 19 September 2023, ini juga turut disaksikan Rama Maharani produser independen dari Jakarta dan menghangatkan malam yang dingin di kota Larantuka. (*/Foto oleh Neka dan Maksi)




