Tidak hanya itu, Uul juga sejak memasuki kelas 6 SD hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs), sudah terbiasa dengan buku bacaan, seperti cerpen, novel dan puisi. Dalam satu hari, Uul bisa menyelesaikan 1-2 buku fiksi, dengan jumlah halaman yang mencapai 80 lembar. Puncaknya ia pernah menjuarai lomba story telling dan pembacaan puisi.

Perlahan kebiasaan itu hilang, semenjak Uul melanjutkan pendidikan SMA ke pondok pesantren (2016). Sebab tidak ada media seperti buku-buku fiksi, yang dapat dibaca di pesantrennya. Namun minat menulis cerpen masih Uul teruskan selama di pesantren. Setiap tulisan yang ia buat, hasilnya ia berikan kepada temannya, untuk dibaca lalu memberikan penilaian terhadap karyanya.

Tahun 2020, setelah memasuki dunia kampus. Uul membuat novel yang berjudul “Aku Tak Semulia Fatimah Az-Zahra.” Novel itu ia buat sebagai bentuk kecintaan terhadap sahabatnya, yang ditinggalkan oleh seorang lelaki. Atau bisa dibilang, novel itu diangkat dari kisah nyata sahabatnya sendiri. Perlahan ia mulai sadar, bahwa dirinya memiliki bakat sebagai penulis, ditambah banyak teman terdekat yang mendukungnya untuk terus berkarya.


