Saya menyaksikan beberapa relawan RD memberikan testimoni. Mereka bercerita tentang kehidupan keseharian mereka sebagai relawan yang mengampanyekan kegiatan membaca dan menulis. Dan yang menarik perhatian adalah gaya berpakaian mereka: ada yang memakai topi copet (topi sutradara), ada juga yang memakai jeans belel dengan kemeja yang kancingnya dilepas, rambunya gondrong. Macam-macam. Dari penampilan dan apa yang mereka sampaikan, saya berspekulasi: asyik juga mereka kayaknya.

Beberapa hari kemudian setelah kegiatan itu, teman saya itu mengajak saya untuk bergabung dengan Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD), salah satu program unggulan RD. Ia mengiming-imingi bahwa di sana kita bisa juga belajar bermain musik—dan saya juga suka musik. Kebetulan, teman satu kobong saya di pondok pesantren sekaligus kakak kelas di kampus, ingin ikut juga KMRD.

