Jadilah saya mendaftar KMRD angkatan ke-19 pada Januari 2012. Hal yang terlintas di benak saya sebelum bergabung dengan KMRD adalah seperti ini: setiap peserta satu per satu mendatangi Mas Gong atau tutor lainnya sambil membawa mesin tik. Lalu Mas Gong menuliskan kata-kata. Setelah selesai, para peserta membawa mesin tik itu, lalu peserta lain membawakan mesin tik yang lain, Mas Gong menulis lagi, dan terus-menerus begitu. Lagi-lagi pikiran saya itu salah.

Satu per satu perserta berkurang setiap minggunya. Dari awalnya berjumlah sekitar 50 orang, lama-kelamaan menyusut, termasuk teman sekelas saya dan teman satu kobong saya. Karena lokasi (RD) dengan kampus saya dekat, saya sering berkunjung ke RD jika sedang tidak ada kuliah atau senggang. Saya meminjam buku, berdiskusi dengan para relawan.
Di setiap akhir pekan, saya sering ke RD juga. Kadang naik angkot atau meminjam sepeda teman. Seiring berjalannya waktu, di setiap pertemuan KMRD, saya menginap, bacakan, tidur bersama para relawan di antara buku-buku yang berjejer di rak buku. Kebiasaan itu terus berlangsung.

