Pada suatu pagi di bulan Desember 2012, setelah bangun pagi dan sarapan bersama Mas Gong dan para relawan, Mas Gong menawari saya menjadi relawan RD dan saya langsung mengiyakan. Sejak saya tinggal di RD saya jadi lebih intens membaca dan menulis. Kesempatan bertemu dan belajar pada Mas Gong menjadi lebih intens. Dan hasilnya karya-karya saya semakin banyak dimuat media massa. Menyenangkan sekali.

Selain belajar menulis, ada hal yang tak kalah penting, yakni belajar menjadi manusia yang berguna. Mas Gong selalu mengajarkan bahwa relawan itu harus ikhlas menjadi pelayan bagi masyarakat yang ingin belajar. Jika ada orang yang datang, harus dilayani dengan baik. Jika ada sesuatu yang menyimpang, terutama yang dilakukan pejabat publik, harus dikritik. Dan pena adalah senjata kami untuk melakukan itu.

