Mataram – Psikolog Klinis Fitriani Hidayah menyoroti maraknya kasus gangguan mental yang dialami pelajar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, banyak kasus gangguan mental pada remaja yang tak tertangani. “Kalau disinkronkan dengan data yang dibeberkan Dinkes NTB, mungkin ada benarnya. Karena kalau saya pulang ke Lombok dan melakukan observasi, memang di beberapa momen saya dapatkan banyak kasus gangguan mental yang tidak tertangani,” beber Fitriani saat diwawancarai detikBali, Rabu (23/10/2024).

oOo
Ini adalah cerita tentang mereka yang hanya ingin didengar, tapi malah dibungkam oleh iman dan asap kemenyan.
Perasaan itu ilusi, bagian dari proses mistis
Bukan proses biologis, bukan pula bagian dari hati
Hanya halusinasi, yang diciptakan oleh iblis
Demi membohongi dan mengambil alih diri
Diriku yang lemah dan kurang ibadah
Itulah yang kalian tanam padaku
oOo
Nestapa bukan berarti kau derita
Semua luka yang ada hanya cobaan untuk kembali mendekatkan diri pada-Nya
Apa yang salah?
Kenapa kau merasa kami bedusta,
Sedangkan kau tak bersyukur atas hidup yang dianugerahkan Sang Maha Kuasa?
Kenapa tak kau satukan tanganmu itu
Angkat ke depan, tepat di bawah dagu
Dan mintalah pertolongan pada-Nya?
Mintalah pengampunan atas pemikiranmu yang penuh dosa itu
Bersimpuhlah, niscaya dia Yang Maha Kuasa akan melindungimu dari godaan dan gangguan iblis
Bukankah telah jelas disampaikan
Bahwa orang sepertimu hanya butuh iman?
Kau tersesat karena lupa jalan
Maka pulanglah, bersujudlah, dan lupakan tangisan
Sungguh memalukan kau bersikap seakan hidupmu hancur
Padahal kau hanya remaja yang diberi sedikit cobaan
Bila memang kau merasa kesialan dan gangguan setan sudah mulai menyerangmu, maka perbanyaklah doa
Psikolog dan obat hanya bagian dari pemerintah untuk mengambil lebih banyak uang dari mereka yang lemah dan hilang arah
Jika memang jiwamu sudah terganggu, seharusnya kau kembali pada kitabmu
Bacalah, lakukan perintah-Nya, dan niscaya kau akan selamat
oOo
Aku mencoba, meski doaku tak bersuara
Meski rasa ini menelan raga, aku mencoba
Aku bersujud, aku bersimpuh
Kapan aku akan sembuh?
Namun ketika ibadah tak lagi dirasa bekerja
Mereka mencoba cara lain
Mereka datang
Membawa asap, mantra, dan kemenyan
Karena tubuhku bukan lagi sarang dosa, melainkan tempat mereka yang tak kasat mata
Maka selendang ibu menahanku
Mengikat ragaku agar luluh
Aku rapuh, perlahan runtuh
Iblis yang mencoba merasuk
Mengambil kendali penuh
Aku tak mampu, ini sesuatu yang perlu
oOo

Kami tahu itu bukan dirimu
Demi membohongi manusia, mereka menipu
Menyebar dan menjangkit raga yang pilu
Tapi kami bisa menolongmu
Tubuhmu bukan lagi milikmu
Mereka mulai bernafas dari sela tulangmu
Mereka bersembunyi di balik tengkukmu
Karena itu pengusiran ini perlu
Biarkan asap kemenyan memenuhi rongga parumu
Mengusir mereka yang mencuri nafas milikmu
Rasa sesak itu adalah bukti mereka bersembunyi dalam tubuhmu
Tapi kami akan menolongmu
Bersama dengan doa dan alunan musik kami yang suci, kau aman
Biarkan air jampi kami merasuk ke dalam tubuhmu yang sudah lumpuh
Mereka akan ketakutan dan mencoba menyerangmu
Tapi kami akan melindungimu
Genggam batu ini
Tutup matamu dan jangan berbicara
Mereka bisa keluar dari mulutmu
Mereka bisa melihat kami kalau kau tak patuh
Tangisanmu adalah suara erangan mereka
Bukti bahwa proses pengusiran telah berhasil
Kami tidak percaya pada air matamu
Sebelum kau kembali utuh
oOo
Lalu aku pulang
Bukan sembuh, tapi berhenti melawan
Kata kataku tak lagi terdengar
Suaraku adalah kesalahan
Sekarang semua tenang, setelah aku diam
*) Cimahi, 4 Agustus 2025
oOo
Link:
Baca artikel detikbali, “Ribuan Gen Z di NTB Sakit Mental, Banyak yang Dibawa ke Dukun” selengkapnya https://www.detik.com/bali/nusra/d-7602849/ribuan-gen-z-di-ntb-sakit-mental-banyak-yang-dibawa-ke-dukun.
oOo


TENTANG PENULIS: Aulia Indah Ramadhani lahir pada tahun 2009 di Cimahi dan saat ini merupakan murid kelas X-SIJA di SMKN 1 Cimahi. Kecintaannya pada sastra telah membawanya pada dunia kepenulisan dengan kepercayaan bahwa setiap cerita layak untuk didengar.


PUISI ESAI GEN Z: Puisi Esai Gen Baru ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Bagaimana kalau lingkungan, politik, atau kritik sosial ke penguasa? Boleh saja asalkan ada fakta dan sertakan link beritanya. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Baru. Ada honorarium Rp 300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank. Jika ingin membaca Puisi Esai Gen Z yang sudah tayang klik gambar di bawah ini:



