2.
DERMAGA
Aku sahabat gelombang
burung camar
dan purnama
tidak cintamu
Jalaku robek dipagut waktu
berkejaran dengan perompak
terbawa angin utara
ikan-ikan meninggalkanku
tak ada dermaga
untuk kutambatkan perahu
Anyer, November 2017
#

3.
ANAK LAUT
Anak kecil itu melompat ke laut
ikan berenang di kedua kakinya
dari atas kapal orang-orang bersorak
melempar harapan
Anak kecil itu berlomba
menyelam ke dasar laut
berkejaran memburu mimpi
bersama ikan
koin-koin itu melayang
tak tentu arah
seperti negeriku
terhempas di meja judi
Anak laut
rambut merah kulit bersisik
memandang masa depannya
pada kapal yang melintas
di cakrawala
Aku melipat peta
berharap negeriku utuh
masih ada di sana
menambatkan perahunya
Anyer, November 2017
#

4.
LAUT
Laut selalu bernyanyi untukku
disampaikannya salam ikan
luka perih tersayat tengkulak
aku bersama gelombang
laut menghidupi
sebatas makan
tanpa pendidikan
Aku dan laut
tetap kuwariskan
untukmu di masa depan
Anyer, November 2017
#
5.
PESAN DALAM BOTOL
Saat senja melihatmu berjalan bersama ombak. Kau datang membawa pesan dalam botol, “Cinta kepada lautan hilang ditelan zaman.”
Aku jatuh cinta pada perahu. Tak pandai melaut, kalah oleh angin. Panggilanmu dari masjid kampung tenggelam. Orang-orang larut dalam kenangan, berlayar ke negeri seberang.
Aku mengejar usia. Kau tak datang lagi membawa luka. Ombak menjilati sampah serapah. Senja telah lama mati.
Kalianda, Jumat 5/1/2018
#

GOL A GONG , menulis prosa dan puisi. Antologi puisi “Air Mata Kopi” (Gramedia 2014) masuk 10 unggulan Hari Puisi Indonesia 2014. Kini mengajari anak-anak muda menulis di Rumah Dunia, Serang – Banten. IG @golagong dan akun YouTube di GolAGong TV, link di https://bit.ly/GolAGongTV . Puisi-puisi Ini disertakan di Antologi Puisi Negeri Bahari, Dari Negeri Poci 8

