Realitas sosial semacam itu diungkapkan langsung oleh Roy Citayam saat ditawari beasiswa untuk lanjut sekolah oleh Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Namun dengan heroik Roy Citayam menolaknya.

Roy Citayam yang bernama asli Aji Afriandi menolak beasiswa untuk melanjutkan sekolah bukan tanpa sebab. Ia lebih tertarik menjadi content creator yang jelas menguntungkan daripada sekolah.
Remaja yang viral karena penampilannya yang nyentrik dan sering gonta-ganti pasangan itu mengucapkan hal apa adanya, bahwa mencari pekerjaan itu susah—dan di waktu kesempatan ini saat dirinya sedang naik daun ingin terus bergulat menjadi content creator.

“Bakal kerja aja, sih? Zaman sekarang percuma juga sekolah tinggi. Paling cuma jadi OB,” kata Roy Citayam dikutip oleh golagongkreatif.com dari Instagram @fakta.indo. Selasa, 12 Juli 2022.
“Zaman sekarang nyari kerja susah. Mangkanya cari yang udah ada aja. Kalau cari yang baru-baru kan kita ninggalin yang lama demi yang baru, pasti yang baru juga sementara doang,” sambungnya.

Pilihan Roy sangat disayangkan oleh netizen bahwa viral yang dialaminya sekarang ini merupakan kesuksesan sesaat, Gol A Gong sering menyebutnya dengan istilah fenomena komet.

Di antara komen yang menarik adalah Wahyudi Akmaliah, dia merupakan mahasiswa S3 National University of Singapore bahwa pilihan Roy Citayam adalah sebuah realitas yang tepat.
Menurutnya, orang sekolah tinggi-tinggi dibiayai beasiswa pulang ke Indonesia juga kesulitan untuk mencari kerja sehingga membuka kursus bahasa Inggris dengan embel-embel agar semua orang biasa menadapat beasiswa sepertinya.

“Udah bener Roy. Kebanyakan yang dapat beasiswa balik juga harus cari kerja, kok. Bahkan, mereka bangun lingkaran setan dengan bikin kursus-kursus bahasa Inggris agar orang tertarik studi luar negeri dengan beasiswa,” tulis Wahyudi Akmaliah di facebooknya sebagimana dikutip golagongkreatif.

Sedangkan Gol A Gong yang pernah jadi wartawan majalah remaja era 90-an mengatakan, “Kenapa Mas Uno tidak menanyakan langsung ‘apa passionmu, Ro?’ Setelah tahu, dorong dia. Kalau perlu fasilitasi. Roy in type orang learning by doing. try and error.”
Gong menyebut ini fenomena menarik. Selama ini kereta Bogor – Duri bolak-balik tiap hari melewati Citayam. Tapi kawasan Thamrin – Sudirman dimiliki oleh orang-orang yang bekerja di sana. Itu kawasan elit. Anak muda Citayam termajinalkan.

Gong yang sedang menulis di ruang kerjanya saat wawancara menambahkan, “Setalah Anies Baswedan mengampanyekan, bahwa Jakarta milik semua orang Indonesia dan kawasan Thamrin – Sudirman terbuka lewat pintu-pintu stasiun kereta bawah tanah, gen Z from Citayam menjadikannya areal cat walk. Kita harus bijak menyikapi ini.”

Gong menyodorkan konsep, “Orang-orang yang punya otoritas harus merespon. Misalnya, bikin lomba fashion on the street, sediakan spot foto menarik, bikin bazaar kreativitas karya mereka. Supaya tidak jadi fenomena komet, muncul sesaat dan mengagetkan lalu hilang, gali potesi mereka di dunia kreatif. Mereka aset kita.”
Menurut kamu, bagaimana? *
Sumber: tangkapan layar @sandiaga_uno_ dan @roy_tampan19
Sumber artikel: Instagram @fakta.indo dan Facebook @wahyudi_akmaliah


