Sabtu sore, 13 Januari 2024, kembali aku mendengar keluhan anak-anak, teman-temannya lebih tertarik bermain daripada ikut les. “Mungkin mereka malas mandi dulu, kalau ikut les Bu Tias kan harus mandi dan salat asar,” kata salah seorang anak yang diiyakan temannya.

Analisis itu membuatku tersenyum dan berterima kasih. Beberapa kali sebenarnya ia dan beberapa anak juga tidak hadir karena seperti teman-teman lainnya dengan alasan malas mandi. Namun, aku tidak menyinggungnya, sudah cukup pendapatnya mewakili teman-temannya.
Aku sendiri sebenarnya tidak masalah berapa orang yang akan datang. Setiap menggelar peralatan, aku sibuk sendiri dengan ide-ide mengajar esok hari. Saat menunggu anak-anak datang, aku bisa menyerap atmosfir sekitar dan lebih mengenal kebutuhan anak-anak akan pelajaran selanjutnya. Jika di rumah atau di lain tempat, aku hanya berpijak pada teori dan perkiraan.

Begitu duduk di pendopo Kaibon Komunitas Rumah Dunia seringkali aku menemukan ide-ide baru dan semangat baru. Ini penting buatku karena hal yang membahayakan adalah saat aku bosan. Soal capek, kondisi badan kurang fit, atau aku ada acara lain, itu hal biasa yang bisa dimaklumi dan bisa didelegasikan. Saat tak ada yang mampu menangani, ya kegiatan diliburkan.


