Namun, aku mengingatkan diri sendiri, apa pun medannya, tantangan tetaplah harus diatasi. Cara mengatasi itulah yang membedakan caraku dan cara mereka. Salah satu pertanyaan yang kudapat seusai presentasi adalah apa kendala mengurusi Komunitas Rumah Dunia karena sepanjang pemaparanku yang terlihat adalah kemudahan-kemudahan sahaja.

Aku baru ingat bahwa aku sudah melupakan segala beban duka derita sejak mendirikan, membangun, dan mengurusi Rumah Dunia sampai sekarang. Tentu saja aku nggak sendirian melakukannya, karena ada ratusan relawan yang membantu dengan berbagi cara.

Jadi kalau ditanya kendala, ya, akan kujawab bahwa sampai sekarang tantangan tetap ada, dan memang akan terus datang bergantian dengan berbagai versi dan level. Tinggal mencari cara untuk mengatasi. Bagaimana caranya, di situlah letak seninya kerelawanan.

Satu hal yang kuyakini sampai sekarang, setiap kita diberi porsi tantangan yang sesuai dengan kemampuan. Proses menyelesaikan tantangan itu yang memerlukan strategi. Allah kasih kita otak, hati, tenaga, dan segenap indera untuk menemukan strategi itu. Kalau nggak sanggup mengatasi sendiri ya cari bantuan.

Pokoknya hidup itu menyenangkan untuk dijalani, bahkan saat terasa berat. Jika sedang begitu, rehat sebentar, introspeksi, curhat sama yang Maha Memberi. Buatku itu intinya hidup, ibadah karena merendah sebagai hamba.

Nulis begini bukan karena lagi sedih, justru karena terlecut semangat melihat para relawan Gurila Angkasa Pura II yang pasti punya segudang ide untuk bakal tulisan mereka dalam pelatihan menulis hari ini.

Aku jadi membandingkan diriku yang suka kesal dan mara-mara ngadepin bocah-bocah yang seenaknya mencabuti pohon-pohon muda yang baru ditanam di taman Rumah Dunia. Atau mengomeli anak-anak yang mainan hebel tanpa takut kejatuhan. Sementara para relawan Gurila itu mendaki gunung lewati rimba dan menyeberangi lautan untuk menolong korban bencana.

Sungguh ya, aku malu untuk mengeluh.😔
Harus bersyukur untuk segala sesuatu. 🙏 Alhamdulillah ada kesempatan manggung satu ruangan sama bebeb Gol A Gong. ❤️
(Makasih Om Rudi dan Om Djoe Taufik yang udah motret)


