Sebenarnya aku nggak seriusan nanya sih, cuma heran saja, Serang adalah nama yang asing buatku. Jawaban mas Gong juga nggak begitu kuingat detil, cuma frasa di judul itu yang tertinggal dalam kepala. Aku mengingatnya karena mas Gong bicara begitu dengan mata menerawang, suara lirih, dan serius.

Aku heran juga, begitu melankolisnya beliau kepada kampung halaman yang bukan tanah kelahiran. Namun, kecintaannya kepada Serang berhasil meracuniku. Sesebal-sebalnya dan sejengkel apa pun dengan kondisi di Serang atau Banten, aku enggan pindah. Bahkan untuk kelahiran anak-anak aku memilih di Serang agar lebih melekatkan kami yang tidak lahir di sini. Akunya lhir di Solo, mas Gongnya sering dianggap bukan orang Banten atau diagngap pembawa masalah hanya gara-gara tukang ngeritik dan lahirnya di Purwakarta. Sampai segitunya dipikirkan, ya? Iya. Hahaha.

Lambat laun aku mencintai Serang dengan segala adanya, pun dengan kekurangberdayaan di berbagai sisi. Alih-alih mengubah secara global, aku memilih membantu membangun Serang dari sekitar, dan Rumah Dunia adalah medianya.

Aku tidak peduli apakah yang kulakukan akan dipandang keren atau dianggap seuprit gerakan. Tidak perlu memikirkan apakah akan dilihat gigantik dan dielu-elukan, atau malah dikategorikan remahan rangginang yang terinjak dan melempem umes lalu dibuang.

Hal yang perlu dilakukan adalah tetap mencintai Serang dan melakukan setiap kemungkinan untuk membuatnya lebih baik. Seremeh apa pun, lakukanlah untuk Serang.

Seperti pagi ini, aku mengolah lauk berkat hajatan walimahan tetangga. Mie, bandeng goreng, kuah rempah daging, ayam bumbu merah, semua kujadikan satu dan ditumis. Biasanya ada sambal burak dari irisan kulit melinjo.

FYI, dulu aku tidak menganggap penting sisa-sisa berkat kenduri begini. Selain kurang suka masakan berbumbu kuat, aku biasa memasak dengan bahan segar. Namun, ketika mencoba mengolahnya dengan memasak ulang campur aduk, kok enak ternyata.
Segala yang riang memang harusnya Serang. Aku mencintai Serang dengan memulainya dari makanan yang terhidang. ❤️



