Oleh Tias Tatanka
November 1998. Aku sedang menggendong bayi pertama kami di teras depan sore itu. Bayi perempuan usia delapan bulan itu sudah mandi dan wangi. Aku membawanya duduk dan menyuapi semangkok kecil bubur saring. “Eh, itu yang namanya Bella-Bella gitu,” bisik sebuah suara. Aku mendongak dan melihat tiga anak perempuan sedang berdiri di balik pagar rumah kami yang berada di komplek.



Halaman: 1 2

