Sejarah Rumah Dunia 22: Ingin Mencoba Kamar Mandi Baru

Soal agama (spiritual), menurutku harus meliputi keseluruhan empat hal itu. Akidah harus menjadi dasar dan ibadah harus jadi tujuannya. Jadi mendasari seluruh kegiatan.

Sudah tentu praktiknya sulit, tapi bukan tidak mungkin, kan? Aku cuma harus berani memulai dan konsisten.

Aku meminta anak-anak yang biasa datang agar menyebarkan tempat belajar kami ini. Supaya lebih banyak anak-anak dari kampung terdekat yang datang.

Ternyata yang berminat banyak sekali. Herannya, tidak semua yang datang mau membaca atau ikut kegiatan. Anak-anak itu masih banyak yang mengamati karena heran ada tempat seperti halaman belakang rumah kami.

Suatu sore aku melihat antrean anak-anak di depan kamar mandi. Ada sekitar lima belas anak berdiri di depan pintu. Aku heran mengapa anak-anak itu jadi pipis berjamaah begitu.

Ketika kutanyakan ke anak-anak lain, jawabannya adalah, “Mereka ingin mencoba kamar mandi baru dengan closet duduk dan dinding keramik yang ditempel stiker tokoh-tokoh cerita.”

Aku menyadari anak-anak itu sedang mengeksplorasi tempat baru. Meski sebenarnya agak kesal juga karena mereka bolak-balik ke kamar mandi, sekadar mencoba tombol flush atau penyiram otomatis setelah buang air kecil. Aku membiarkan dulu mereka merasakan euforia dengan segala hal baru di sini. (*)

*) Tias Tatanka, Rumah Dunia, 9 Maret 2024

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==