“Pintu Surga” adalah hasil dari latihan Kelas Film Rumah Dunia. Mereka tergolong pemula dengan alat sekadarnya. Mereka terdiri dari anak muda yang terbuka menerima perbedaan dan siap menerima kritik atas karya mereka. Kritik yang nanti akan meningkatkan produktivitas mereka.

Peserta Kelas Film Rumah Dunia ini menggawangi 2 akun YouTube, yaitu Rumah Dunia dan GolAGong TV. Mereka terdiri dari Rudi Rustiadi anak Baros Kabupaten Serang, mahasiswa S2 UIN SMH Banten. Rudi pernah juara Lomba Cerpen se-Indonesia di TIM, Jakarta. Rudi berperan sebagai sutradara, kadang merangkap editor dan cameraman.

Charlis Ridho anak Bekasi dan wartawan koran Radar Banten. Dia penulis novel. Di film pendek penuh hikmah ini dia berperan sebagai tutor yang mengajari anak-anak menyanyi. Saya berharap nanti dia yang menulis ceritanya. Dia juga jadi host “Ngompres” (Ngomongin Prestasi) di Rumah Dunia TV.

Setiawan Jodi Fakhar mahasiswa UIN SMHB. Anak Menes. “Saya baru bikin film pendek. Ini yang pertama. Asyik juga, ya. Otak jadi terbuka lebar,” serunya saat pengambilan gambar episode “Menolong Tanpa Pamrih”. Dia jadi tahu bahwa di setiap adegan gambarnya tidak hanya satu. “Sangat menantang!” Di film pendek ini selain cameraman, dia jadi editor juga.
Jordy Alghifari , pelajar Kelas 2 SMAN 6 Cipocok, Kota Serang. Selain jadi cameraman, Jordy juga memerankan anak kampung yang badung dan sering ngebut.

Peman utamanya Fadli asli waga Ciloang. Dia office boy Rumah Dunia yang pendiam. Dia jadi tokoh pemulung yang bisu tuli. Nilai-nilai kehidupan disampaikan oleh dia dari prilaku kesehariannya. Menolong orang sudah jadi kebiasaannya. Dia tidak mau dipuja-puji. Menolong orag baginya seperti sedang berjalan di dunianya yang sunyi tanpa suara.

Pemain lainnya adalah Jordy, Farhan dan Giri serta anak-anak kampung Ciloang. Mereka dilatih oleh Rg Kedung Kaban – PJ Kelas Film Rumah Dunia. Igun – panggilannya, sedang menyiapkan film penek anak-anak di channel YouTubenya. Igun ini yang membuat film pendek “Jawara, di Atas Langit Masih Ada Langit”, yang sudah menembus 5 juta penonton.
Sebelumnya ada Taufik Hidayatullah dan Baehaqi Mohammad memerankan maskot Rumah Dunia TV, yaitu Jang RuDun dan Mat Bianco. Tapi sekarang terhenti. Taufik selesai kuliahnya dan pulang ke Anyer, berdagang di Pasar Anyer membantu orangtuanya. “Sambil nunggu beasiswa S2, Mas!” kata Tauifik alias Opik.

Sirajuddin Al-abbas, editor dan cameraman Rumah Dunia TV, sesekali datang membantu di akhir pekan. Kini Iyoy direkrut Indah Prihanande, bekerja di Laz Harfa Banten.
Terakhir Abdul Salam – Presiden Rumah Dunia 2019-2024 dan Hilman Lemri . Salam jadi host untuk program dialog “Surosowan – Menuju Peradaban Baru” di Rumah Dunia TV. Hilman tetap membantu di kreatif di sela-sela kesibukannya sebagai editor Untirta Press pimpinan Firman Venayaksa.

Nah, kepada para relawan atau peserta Kelas Menulis dan Majelis Puisi asuhan Toto St Radik ingin bergabung menyumbangkan ide, kontak saja ke Abdul Salam.Atau ada tokoh muda inspiratif yang bisa diwawancarai, hubungi Daru!


