Adakah pohon di rumahmu? Adakah sungai di kampungmu? Tanamlah pohon di pinggirannya supaya tidak erosi atau banjir. Pohon itu mencegah selain mencegah banjir, juga tempat berteduh para musafir.
Berteduh di Bawah Pohon

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Adakah pohon di rumahmu? Adakah sungai di kampungmu? Tanamlah pohon di pinggirannya supaya tidak erosi atau banjir. Pohon itu mencegah selain mencegah banjir, juga tempat berteduh para musafir.

Gol A Gong sejak SMA sudah traveling; dia menyandang ransel bisa seminggu, sebulan, bahkan 2 tahun. Dia nebeng truk, pick up, perahu kayu, kereta gerbong, dan apa saja yang siap menerimanya tumpangan. Segala pengalaman ditulisnya dalam bentuk puisi.

Jika laut bisa berbicara, pasti akan terhidang di meja makan kisah sedih keringat nelayan yang rasanya asin. Ikan di lautan tidak membuat makmur nelayan.

Kota di Atas Tungku? Terbakar,. Panas. Bagaimana nasib para penghuninya? Siapa yang menyalakan kompornya? bacalah puisi Gol A Gong kali ini.

Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, dan manusia mati meninggalkan nama. kira-kira, apa yang akan ditulis di batu nisa kita setelah dikuburkan?

Bagaimana kita merawat kota atau kampung halaman yang kita cintai? Jika kita menjaganya kemudian sahabat kita merusaknya, apa yang harus kita lakukan? Meninggalkan kota?

Kali ini silakan menikmati Puisi Gol A Gong: Kota Ini Sudah Milikmu. Ini tentang kota yang tak lagi jadi milik kita. Semua milik kita dirampas oleh raja-raja kecil.

Pernahkah kamu menyadari, bahwa dirimu diperalat tau diperbudak jabatan? Pernahkah kamu menemukan orang-orang yang kosong jiwanya karena yang ada di kepalanya adalah tahta dan harta?

Saat perayaan dan pelangi jatuh di kota kita, semua menganggap kita adalah pemilik atau tuan di tanah sendiri. Tapi setelah pesta usai, kursi-kursi terisi, kita gigit jari. Semua harapan menguap ke udara.

Pernahkah kamu mengamati dengan cermat kotamu? Kampung halamanmu? Pernahkah kamu menyadari, bahwa pemimpinnya tidak amanah, jalanan rusak, sampah bertebaran di mana-mana, dan ko fasilitas publik yang tidak ada? Itulah bahan-bahan untuk menulis puisi.

Kota yang kita sayangi kadang dirusak oleh satu golongan, segelintir orang dengan satu kepentingan besar, yaitu memperkaya diri dan melanggengkan kekuasaan.

Ekspresikan dirimu lewat puisi anak. Silakan menikmati puisi-puisi saya di sini. Sungguh lega rasanya jika hati gundah-gulana atau bersuka-cita, kemudian berhasil menyalurkannya lewat puisi. Semoga anak-anak Indonesia suka dengan puisi anak yang saya tulis ini.

Inspirasi menulis puisi bisa dari mana saja. Ekspresikan dirimu untuk hal-hal pentingdi di sekitarmu. Ayo, menulis puisi.

Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901 di gang Paneleh, Surabaya. Kopi tubruk adalah kegemarannya.

Pisang merupakan komoditas pertanian yang paling banyak diolah menjadi berbagai macam olahan makanan maupun minuman.

Palestina harus diselamatan. Kita doakan ada orang yang membunuh Benjamin Netanyahu dengan tidak hormat di jalanan Israel.

Gaza penuh darah sekalihus inspirasi bagi para penulis. Pena dengan tinta penuh darh digoreskan sebagai bentuk perlawanan pada zionis Israel.