Menampilkan: 103 - 119 dari 183 HASIL

Bagaimana Cinta di Dalam Puisi

Puisi “Cinta” ini memiliki nuansa introspektif yang mendalam, menggambarkan pencarian makna cinta dalam hidup. Dengan metafora yang kuat dan suasana reflektif, puisi ini mengajak pembaca merenungkan hubungan antara cinta, pengorbanan, dan kebebasan. Puisi ini mengajarkan bahwa cinta bukanlah sesuatu yang statis atau mudah didefinisikan. Ia melibatkan keberanian, pengorbanan, dan perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri dan orang lain.

Segala Terjadi di Stasiun

Senja, dengan matahari yang hampir tenggelam, menjadi metafora waktu transisi—perpaduan antara penantian, harapan, dan perpisahan. Ini selaras dengan suasana di stasiun, tempat perjumpaan dan perpisahan sering terjadi. Lelaki yang menunggu gadisnya mencerminkan harapan dan cinta, sementara gambaran orang-orang yang menunggu atau hendak berangkat mewakili rindu yang universal: rindu rumah, rindu keluarga, atau rindu akan sesuatu yang berarti.

Borneo dalam Puisi Gol A Gong

Saya menginjakkan kaki ke Borneo pada 1987, tepatnya di Samarinda. Saya naik perahu kayu dari Pare Pare. Setelah itu berkali-kali saya ke Borneo, semua provinsinya. Bertualang menyusuri sungainya. Bahkan pernah sebulan mengitari Borneo dari Pontianak, Kucing, Bintulu, Brunei, Kinibalu, Tawao, Nunukan, Tanjungselor, Berau, Bontang, Samarinda, Kukat, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkarya, Pangklanbun, dan Ketapang. Bahkan setiap jengkal tanahnya. Saya terpesona.

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==