NJika kita memiliki kisah hidup yang penuh konflik dan perjuangan itu bisa ditulis jadi buku biografi. Tapi ini bisa juga jadi bahan baku menarik untuk menulis novel.
Menulis Novel Seolah Kisah Hidup Penulisnya

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

NJika kita memiliki kisah hidup yang penuh konflik dan perjuangan itu bisa ditulis jadi buku biografi. Tapi ini bisa juga jadi bahan baku menarik untuk menulis novel.

Bapak membelikanku radio transistor. Itu sebetulnya untuk kakak dan 3 adikku juga. Tapi aku diperbolehkan mendominasi jika hendak rekaman sandiwara radio. Semua mendukung. Dari sanalah aku mulai bergembira memasuki dunia kreativitas.

Jangan menyepelek karakter tokoh. Kita harus secara detail membangunnya. Wardrobe atau kostum tokoh, itu juga penting untuk membangun karakter tokoh.

Setting lokasi novel itu harus beragam, berpindah-pinah. Itu strategi untuk menguatkan karakter tokoh.

Unsur intrinsik yang maha penting dalam ovel selain karakter tokoh, jua setting lokasi yang khas, unik, dan jarang ditulis.

Menulis bukan pekerjaan melamun, tapi melakukan kerja-kerja intelektual. Maka pahami apa saja yang bisa membuat novel kita best seller.

Tokoh kita baik, jahat. Tokoh kita tampan atau buruk rupa. Tapi, bagaimana menghidupkannya?

Kamu pernah jadi seseorang yang dianggap datang dari masa depan? Seseorang yang akan mengisi hari-hari gemilang?

Setiap peristiwa bagi seorang penulis ada setting waktu yang memiliki suasana unik. Seperti Covid-19, saya jadikan setting waktu di novel Lelaki di Tanah Perawan.

Supaya tokoh dalam novelyang akan kita tulis bervariasi, masukkan tokoh dari masa lalu. Ini semacam flashback.

Sebelum menuliskan tokoh dalam cerita kita, tentu kita harus mengena si tokoh. Caranya?

Kita bisa memasukkan peristiwa mengecat pagar ini ke salah satu bab. Tinggal kita ganti nama para tokohnya. Misalnya Abdul Salam kita ganti dengan tokoh fiksi kita yaitu “Syaifullah”

Menulis itu gampang. Sekarang saya jadi Duta Baca Indonesia. Saya memiliki tanggung jawab moral untuk mengampanyekan literasi baca-tulis. Di akun YouTube saya – GolAGong TV

Riset perlu dilakukan penulis cerita fiksi untuk meminimalisasi terjadinya cacat logika, sekaligus membuat karya lebih berisi. Adapun riset pada karya fiksi lebih ditekankan pada personifikasi tokoh dan fakta kejadian.

Tips Menulis Gol A Gong: Jangan Sia-siakan Tokoh Antagonis

Saya memotret generasi sekarang adalah generasi instans, generasi yang ingin meraih sukses dengan cara cepat.

Tips Menulis Gol A Gong: Memaksimalkan Tokoh Antagonis