Meskipun Gunung Sanggabuana merupakan puncak tertinggi di Karawang, namun secara promosi pariwisata dikelola Pemerintah Desa Mekarbuana sehingga masih belum banyak orang mengetahui.
Sanggabuana: Puncak Tertinggi Karawang

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Meskipun Gunung Sanggabuana merupakan puncak tertinggi di Karawang, namun secara promosi pariwisata dikelola Pemerintah Desa Mekarbuana sehingga masih belum banyak orang mengetahui.

Masjid ini telah menjadi ikon Kota Bandung sejak dulu hingga kini. Ukiran sejarahnya yang indah menjadikannya layak untuk dikunjungi.

Perjalanan pagi yang sederhana ini menjadi bagian dari kenangan indahku di Solo. Taman Sriwedari, dengan rusa-rusa yang jinak dan suasana yang damai bersama teman, mengingatkanku bahwa kebahagiaan sering datang dari hal-hal kecil.

Perjalanan pertama melintasi lautan, yang mengajarkanku tentang keberanian, kerendahan hati, dan arti menyerahkan diri sepenuhnya pada Sang Pencipta.

Pengalaman belajar membatik ini benar-benar membuka mataku tentang betapa rumit dan indahnya proses pembuatan batik tulis. Setiap garis dicanting dengan penuh dengan ketelatenan, yang akhirnya menciptakan karya seni yang tak ternilai.

Saya mengingatkan, agar jangan sharing penginapan dengan teman yang baru dikenal di perjalanan walaupun sejenis. Lebih baik tetap sendirian kecuali dorm-bed yang memang oleh si pemilik penginapan disiapkan. Jadi keamanan sudah dijamin pihak hotel.

Bagiku, traveling bukan sekadar berjalan-jalan. Ini adalah cara untuk melihat dan mengagumi ciptaan Allah yang luar biasa, untuk belajar dari perbedaan, dan untuk merangkai kepingan cerita yang membentuk hidupku.

Meskipun hanya seporsi nasi liwet kota Solo di pagi pertama, perjalanan ini akan selalu jadi kenangan. Solo sudah menyambut aku dengan hangat, aku jadi gak sabar untuk eksplor lebih banyak di kota ini!!

Kehadirannya membawa inspirasi tersendiri, menunjukkan bahwa kehidupan dan kesenian mampu berdampingan dan saling menopang.

Singa depok merupakan simbol perjuangan yang kuat bagi masyarakat Subang. Singa depok sebagai sindiran terhadap Belanda dan Inggris pada masa penjajahan

Keempat anak saya Gen Z. Tentu traveling gaya ayahnya yang backpacking berbeda dengan keempat anak saya yang semuanya bergaya serba booking.

Saya beruntung bisa berada di antara suku Nuaulu, Pulau Seram, Maluku. Perjalanannya sangat luar biasa. Dari Ambon ke Tolehu, terus menyeberang ke Amahai, jalan kaki berhari-hari untuk sampai di sini dan terus ke timur hingga ke Papua.

Bagiku perjalanan itu tidak hanya tentang melihat objek wisata, di sana ada pertukaran ide sekalipun butuh waktu untuk menyadarinya secara mendalam.

Sekarang setiap traveling saya menikmatinya dengan menginap di hotel kelas melati yang dinaikkan levelnya ke hotel bintang 3. Jika ada lembaga yang mengundang untuk memberikan pelatihan, saya selalu memilihnya di jantung kota, selalu minta diinapkan di alun-alun atau pasar. Bahkan jika ada dana APBN bintang 4, jika memungkinkan tetap lokasinya di jantung kota.

Ini foto lama sekitar tahun 1991. Saya sempat masuk ke Burma (sekarang Myanmar) dari Segi Tiga Emas. Saat itu iklim politik di Burman tertutup. Saya tidak bisa masuk mengendarai sepeda untuk terus ke Bangladesh.

untuk menghindari ketidaknyamanan saat naik kereta ekonomi, ada baiknya kita sebagai penumpang untuk membaca aturan tak tertulis berikut.

Saya senang sholat di masjid Abdol Gafoor ini. Di dindingnya, di sisi kanan dan kiri hanya ada tulisan kaligrafi Allah SWT. Sedangkan di majis-masjid kita, kadangkala ada yang menyandingkan kaligrafi Allah SWT dengan tulisan kaligrafi Muhammad. Terkesan Muhammad sejajar dengan Allah. Padahal Muhammad juga manusia seperti kita.