Naik kapal kayu dari Bombana ke Bau Bau, Sulawesi Tenggara. Begadang ditemani taburan bintang.
Traveling: Begadang di Kapal Kayu dari Bombana ke Bau Bau

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Naik kapal kayu dari Bombana ke Bau Bau, Sulawesi Tenggara. Begadang ditemani taburan bintang.

Baru 3 hari di negeri orang, tapi rasanya sudah kangen banget dengan makanan Indonesia. Sorenya, kami jalan-jalan sebentar di Johor Baru, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur menggunakan Bus dengan fasilitas yang oke banget.

Ciboleger, perbatasan Baduy luar. Ini pintu utara. Ini berbeda dengan tahun 1993, terakhir saya ke sini. Sudah sangat modern. Ada ATM. Puskesmas. Ada Alfamart-Indomart.

Ardian Je, relawan dan penulis Rumah Dunia menceritakan pengalaman pertamanya traveling ke Singapura. Ternyata makan di langit tidak bisa dilupakannya.

Naufal Nabilludin adalah relawan Rumah Dunia. Dia kuliahdi FISIP Untirta Banten dan mengikuti pertukaran mahasiswa di Uniersitas Goontalo. Dia membagikan pengalaman cita rasa kulinernya.

Sebelum masuk ke Fery, kami diwajibkan dulu untuk mengisi formulir ICA (Immigration and Checkpoints Autority). Kapal berlayar selama kurang lebih 45 menit. Ada wawancara sebentar saat pemeriksaan dokumen paspor di pelabuhan Singapura. Alhamdulillah lolos.

Saya dan istri sejak dini mengenalkan dunia kepada mereka dengan cara traveling ala backpacker. Aku kenalkan kepada mereka moda transportasi publik seperti bus, kereta api, pesawat, dan bahkan truk.

Sejak muda saya senang traveling naik kereta api dan bus. begitu juga di Uni Emirat Arab. Saya jadi banyak melihat dan berkenalan dengan penduduk setempat.

Tias Tatanka – Pendiri dan relawan Rumah Dunia Aku sedang membereskan ruang kerja di Museum Literasi Gol A Gong ketika melihat setumpuk kertas yang mulai …

Tias Tatanka – Pendiri dan Relawan Rumah Dunia Mohon maaf ya jika aku posting foto ini, bukan bermaksud pamer romantisme. Cuma mau menyimpan tulisan, penanda …

Di tahun 2024 ini program unggulan saya adalah: diet. Saya harus mengurangi makan nasi dan yang manis-manis. Semoga berhasil.

Lalu, bagaimana dengan Kota Serang yang menjadi tempatku berproses?
Apakah mampu memenuhi kebutuhan trasportasi publik yang nyaman bagi warganya?

Pernah nggak ngalamin jatuh sejatuh-jatuhnya lalu berusaha bangkit lagi? Itulah sebetulnya yang pingin dikabarkan ke penonton kita, agar tetep semangat kalo lagi jatuh. Roy itu tipe cowok pejuang. Kalian yang pernah baca novelnya pasti ngerasain hal itu.

Zaeni Boli – wartawan golagongkreatif.com Kreativitas tumbuh di tengah segala keterbatasan. Misalnya permainan yang biasa dimainkan anak-anak di Larantuka, yaitu meriam kaleng atau mereka biasa …

Hubby sendiri telah beberapa kali menuliskan kisah perjalanannya, bahkan sampai sekarang pun demikian, dengan perjalanan yang kini lebih banyak dibalut kegiatan literasi.

“Satu dengan tangan saya, satunya lagi dengan tangan Tuhan,” Kira-kira gitu deh jawaban Gol A Gong saat ditanya bagaimana bisa dia jadi bckpacker.

Kalau sedang traveling, apa yang kamu lakukan? Menjelajah kota alias city tour? Bagaimana dengan kulinernya? Saat pertukaran mahasiswa di Universitas Gorontalo, saya menikmati kulinernya.