Tubin, Tema Lomba yang Tidak Biasa

Keempat penulis semuanya menggunakan sudut pandang penokohan “aku” (POV 1). Sebetulnya tidak dilarang. Bahkan Interpol pun tidak bisa melarang. Penulis bebas menentukan sikapnya. Tapi itu tadi, POV “aku” kadang bisa jadi titik lelah si penulis. Sudah diberi kebebasan jadi “aku yang serba tahu” tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Kadangkala ada juga yang bagus menggunakan POV 1. Persoalannya karna saya sudah banyak membaca cerpen, jadi ingin mencari sesuatu yang baru, itu tidak saya dapatkan.

Baiklah, saya mencoba membahas cerpen “Tubin Yang Terlambat”, mengisahkan “aku” yang berjiwa sosial. Di setiap hari Jum’at, tokoh “aku” berkeliling ke kampung tetangga membagi-bagikan paket sembako. Pada hari Senin, anak kecil bernama Menur mendatangi tokoh “aku” yang biasa dipanggil “Ibuk” untuk segera datang ke rumahnya. Tokoh “aku” menjelaskan kepada Menur:

“Menur, ibuk kan sudah ke rumah hari Jumat lalu. Ini hari Senin. Jadi tunggu empat hari lagi, ya. Jumat depan ibuk mampir lagi ke rumah. Bilang sama emak, ya?” Aku mencubit pelan pipinya.

Ketika Jum’at tiba, tokoh “aku” dihadapkan pada kenyataan, bahwa “emak” atau nenek tokoh “Menur” sudah meninggal.

Alur ceritanya maju. Konfliknya datar. Saya sudah bisa menebak sejak Menur meminta agar “Ibuk” datang segera ke rumahnya.

Walaupun endingnya sudah bisa saya tebak, saya perlu memuji kalimat yang keluar dari anak kecil berusia 6 tahun:

“Ibuk, Emak nggak mau nunggu sampai Jumat. Emak ninggalin Menur …,” tangisnya.

Saya sebetulnya berharap-harap cemas, bahwa endingnya nanti tidak seperti yang saya duga. Saya berharap endingnya begini:

Menur sudah tidak bernyawa sambil memeluk neneknya yang mulai membusuk.

Atau lebih dramatis lagi:

Emak seperti tertidur bahagia dan di sebelahnya ada seekor ular sanca mati”. Kemudian Menur bercerita, “Ular itu tadinya mau gigit Menur…”

Ah, saya banyak maunya, ya. Sana, nulis cerpen saja sendiri!

***

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==