Tubin, Tema Lomba yang Tidak Biasa

Cerpen “Bayang-bayang Tubin”. Meceritakan tentang “aku” yang memiliki kemampuan membaca peristiwa 4 hari ke depan. Ibunya meninggal. Ini mengingatkan kepada kita, bahwa takdir tidak bisa kita ubah. Saya jadi ingat film “Six Sense”.

Cerpen ini menarik. Tokoh “aku” yang melihat ibunya meninggal empat hari lagi. Awalnya dia ingin mengubah takir. Itu pernah dia coba ketika sebelumnya melihat ayahnya meninggal. Aku dan ibunya berhasil mengubah taksir si ayah sehingga tidask meninggal tetapi beberapa hari kemudian ayahnya mati juga tertabrak kendaraan.

Akhinya dia mengisi hari-harinya yang tersisa dengan ibunya. Dia maksimalkan kualitas pertemuan dengan ibunya.

Endingnya:

Aku duduk menghadap meja makan, di depanku, dua piring panekuk berlumur madu terhidang. Aku terdiam, membayangkan Ibu tengah duduk di depan sana, memperhatikanku, seperti bayangan yang kulihat saat bangun tidur, empat hari yang lalu.

“Selamat makan, Ibu.”

***

 Apa yang saya dapat dari keempat cerpen ini? Yaitu usaha yang keras dari para penulois untuk bisa mewujukan tema “tubin” yang sudah ditentukan panitia. Jika diucapkan dalam kalimat dialog juga, sungguh tidak enak. Misalnya:

“Kapan jadi barangnya?”

“Tubin!”

“Tubin? Apa itu?”

“Buka KBBI saja!”

Berbeda, misalnya:

“Jadi anjingmu hilang?”

“Janjinya lusa suamiku beli anjing yang baru!”

Lusa, itu sudah sangat familiar. Tapi “tubin”, sunguh, jarang dipergunakan dalam percakapan seari-hari. Demi Atta Halilintar, dalam seratusan novel yang saya tulis, saya tidak berani menggunakn kata “tubin”, karena kesulitan mencari atau menemukn relevansinya dengan cerita yang saya tulis.

Barusan saja saya menemukan dialog seperti ini:

“Kondisi istri Bapak, bagaimana?” seorang perawat menulis sesuatu di buku.

“Yang saya baca, inkubasi itu 2 minggu, ya. Sekarang baru sepuluh hari. Mestinya tubin.”

Perawat mendelik, “Apa itu tubin?”

“Hmm, maksud saya, mestinya empat hari lagi istriku statusnya PDP!”

“Oh! Tapi, bisa saja istri Bapak PDPnya lusa?”

“Saya sih pinginnya tulat. Pas saya lagi kena libur kerja. Kalau sekarang, kena otong gaji, Mbak!

Nah, silakan senyum-senyum dulu.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==