Akhir 2011 saya diundang ke Natuna oleh Muhammad Faisal – pembaca novel-novelku. Ibarat durian runtuh. Aku sambut baik. Selalu setiap traveling, aku menulis apa saja. Kali ini aku menulis puisi tentang “kopi pangku”.

Di depan hotelku di Kota Ranai, terbentang pantai.Menjelang senja, tenda-tenda, kursi-meja plastik warna-warni bermunculan. Malam tiba, para lelaki menikmati kopi panas sambil memangku para pelayannya. Bacalah puisiku ini… >> ke halaman berikutnya >>


Halaman: 1 2

