Kota Lama Kendari dalam Puisi

Hallo, Kendari. Saya sudah 3 kali ke Kendari. Suatu hari di tahun 2019, saya sedih sekali ketika melihat kota tua Kendari diratakan. Kenapa tidak dibiarkan saja kota tua itu, ya. Padahal akan sangat cantik jika modernisasi seperti jembatan bergandengan tangan dengan kota tua. Tapi nasi sudah jadi bubur. Itu sebab, saya hanya bisa menulis puisi:

JEMBATAN KOTA LAMA KENDARI
Ode untuk Kendari

“Kenangan itu bersembunyi
di balik besi beton
tak perlu kau korek-korek
Kota lama Kendari tak akan hilang
dalam ingatan,” Talia
memanggil- manggil namaku

Perahu ditambatkan
air mata kakek tumpah
menambah asin air laut
“Kau belajar naik sepeda
bermimpi jadi saudagar
di kota lama yang dihancurkan.”

Kakek menepi ke teluk
aku menuntunnya menyeberang
masjid terapung di matanya

*) Kendari 9/11/2019

Saya mencoba menangkap esensi Kota Lama Kendari sebagai tempat yang kaya akan sejarah dan kenangan. Saya menghadirkan tokoh kakek dan pengalaman masa kecil, ingin mengajak pembaca merenungkan pentingnya tempat dan bagaimana ia membentuk identitas kita.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==