Foto ini tahun 1990. Saat itu novel saya yang berjudul Balada Si Roy best seller. Firdaus Fadlil dari Majalah HAI memotret saya di rel kereta api Palmerah, persis di sebelah gedung Kompas Gramedia.

Celana dan kaket jeansnya masih Levi’s. Saya masih bujangan dan dompet selalu tebal. Bayangkan saja penghasilan saya selama bujangan, 1988 – 1996, selain dari royalti novel, juga gaji bulanan sebagai wartawan. Saya sangat menikmati saat difoto.


Pose dan lokasi ini kemudian diadopsi oleh Fajar Nugros yang memproduksi film Balada Si Roy. Doakan bisa tayang September atau November 2022 ini.


Tapi saya tahu diri. Hanya saja jika berandai-andai, kalau saat itu saya tidak melompat dari pohon, kalau saja dukun urut itu menangani tangan kiri saya yang patah dengan benar….


Dan andai saya sekarang masih utuh berlengan dua, mungkin saya akan ikut lomba co-boy seperti Jeffry Albuchori, Gugun Gondrong, dan co-boy lainnya yang lahir dari Majalah ANEKA yess. Mungkin saya akan jadi aktor film. Hahahaha…

Tapi dengan apa yang saya dapatkan sekarang, tentu saya sangat bersyukur. Allah SWT betul-betul menyayangi saya. Kebiasaan saya berolahraga, membaca, dan mendengarkan dongeng sebelum tidur menempa saya dan segala kemudahan serta kenikmatan dari Allah SWT berdatangan.

Terima kasih kepada semua yang sudah mendukung dan selalu berada di sisi saya. Emak, Bapak – I lov you! Keluarga besar Acing, Harris Sumantarapura, istri dan keempat anak saya, para relawan di Rumah Dunia, teman-teman sekolah saya di SDL XI-SMPN 2-SMAN 1 Kota Serang, di Indosiar, di RCTI, di Cipta Muda Banten, di Fakultas Sastra UNPAD Bandung, YESS, Forum Lingkar Pena, Forum Taman Bacaan Masyarakat, semuanya…, di mana-mana…, tidak terhitung. Tak bisa saya balas kebaikan kalian. Allah SWT yang membalas.

Tetap semangat semuanya. Mnjadi berguna jauh lebih penting dari sekadar jadi orang penting.
Gol A Gong



Terus terang, hidup saya di periode 1991 hingga 1994 adalah epigon Si Roy…saya cuti kuliah dan keluyuran dari kota ke kota…
Wah, pantesam banyak emak-emak yang protes anaknya nggak sekolah gara-gara Roy