Kami pun sering menggelar tikar dan sarapan pagi di teras semen itu. Kelelawar berangsur pergi, mencari tempat sunyi lainnya. Ah, siapa menyangka rezeki 100 meter kemudian menjadi 500 meter persegi. Tanah di halaman belakang kini semakin luas.
Sejarah Rumah Dunia 18: Dari 100 Menjadi 500 Meter

















