Kini tak ada lagi kembang api di rumah. Bapak dan Emak telah pergi. Di rumah pun tak komplet lagi. Nabila, Jordy, dan Natasha. Putra kedua – Gabriel, tidak pulang, karena menyelesaikan skripsi di Abu Dhabi.
Takbiran Kembang Api Tanpa Bapak dan Emak

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Kini tak ada lagi kembang api di rumah. Bapak dan Emak telah pergi. Di rumah pun tak komplet lagi. Nabila, Jordy, dan Natasha. Putra kedua – Gabriel, tidak pulang, karena menyelesaikan skripsi di Abu Dhabi.
Di Indonesia itu berbeda puasa hari pertama dan lebaran, itu sudah biasa. NU dan Muhammadiyah, sering berbeda pendaat. Ka,li ini Abuya Dimyati dari Cidahu Pandeglang berbeda dengan lebaran versi pemerintah.

Lebaran sebentar lagi. Sebulan sudah kita berpuasa. Sekarang kita mudik. Begitu juga relawan Rumah Dunia, mudik ke kampungnya masing-masing.

Suamiku sendiri sudah menyematkan nama yang diidamkan sejak lama untuk sebuah tempat berkumpul. Rumah Dunia, begitu sering disebutnya.

Saya sudah 26 tahun tinggal di Komplek Hegar Alam, Kota Serang. Entah sudah berapa kali salat Iedul Fitri di masjid Komplek Hegar Alam. Ada banak perubahan Warga datang dan pergi. Kami saling memaafkan.

Dulu parcel. Kini hampers. Begitulah kebudayaan. Setiap lebaran selain tradisi ketupat, lontong, dan opor ayam, hampers pun jadi semacam tradisi untuk mempererat persaudaraan. Tapi yang paling penting adalah saling memafkan dan jadi manusia baru dengan segala kebaikan.

Awalnya anak-anak masih kecil. Mereka kita rawat dan didik penuh kasih sayang. Setelah dewasa, kita harus iklas mendorong mereka untuk melihat dunia. Dalam Islam, saat lebaranlah berharap keluarga berkumpul lagi. Saling memaafkan. Insya Allah.

Saya memikirkan betul kostum atau outfit tokoh Roy di novel Balada Si Roy. Saya ngin pembaca kemudian menirunya. Saya ingin kostum Roy jadi trend di pembaca.

Puasa 2024 sebentar lagi akan pergi. Kita menunggunya 11 bulan lagi. Semoga Allah masih memberi kita kesehatan dan usia yang panjang.

Sejak kecil yang paling saya suka adalah hidangan kue-kuenya. Sangat beragam. Ini adalah tradisi sekaligus ragam rasa kuliner nusantara. Perlu kita rawat dan lestarikan.

Di lokasi ibadah juga turut dijaga oleh pihak keamanan dari Kepolisian, TNI dan Pramuka. Sementara ceramah disampaikan oleh Ustadz Abdul Malik Usman, alumnuss UGM, menyampaikan nilai-nilai toleransi beragama

Seorang biarawati muda sedang berjualan atau membagikan takjilnya. Tentu itu hal yang luar biasa. Selain itu banyak juga kawula muda yang bersemangat bertebaran untuk membuat agenda santunan anak yatim dan dhuafa.

Ya, sekarang setiap lebaran kebahagiaan itu tidak pernah komplet lagi. Ada yang mengganjal di hati. Seperti slilit sang kiyai Emha Ainun Najib.

Lebaran identik dengan baju baru, amplop, ketupat, opor ayam, dan kue kering. Foto ini saat lebaran 1976, saya memakai baju baru, bergaya ala foto model.

Jika keadaan seorang muslim setelah Ramadhan tetap baik dan banyak mengerjakan kebaikan merupakan indikator amalnya diterima, namun jika kebalikannya?

Kegiatan model serupa ternyata berlangsung di beberapa wilayah di Indonesia, tak terkecuali di Banten itu sendiri. Pada masa Kesultanan Banten sekitar tahun 1596, mayoritas Muslim di kerajaan Banten sudah sibuk menyiapkan baju lebaran.

Lebaran sehari lagi. Semua sudah menata hidangan di meja makan, di ruang tamu. Kue kering, ketupat, juga opor ayam. Semua umat Islam di seluruh dunia merayakan kebahagiaan ini. Semoga yang sakit disembuhkan, yang bersedih bergembira.