Balada Si Roy: Novel Psikologi Remaja

Novel ini bukan saja karya masterpiece dari Gol A Gong, lewat Balada si Roy lah kita bisa membaca bagaimana usaha keras seorang Gol A Gong menempa diri menjadi seorang pengarang sebelum kita kenal sukses seperti sekarang. Kadang kita sulit membedakan antara sosok Roy dengan Gol A Gong sebagai pengarangnya.

Gong benar-benar mempraktikkan nasehat sastrawan barat yang menganjurkan, kalau ingin jadi pengarang, pergilah, merantaulah jauh ke negeri orang, dan tulislah pengalaman-pengalaman yang didapat. Kamu tahu kan, nggak ada sekolah yang bisa memberikan ijazah pengarang. Karenanya aku mesti mencari sendiri (h. 348).

Menjadi penulis atau pengarang memang merupakan kerja intelektual, sehingga mesti riset dan observasi dulu sebelum menuliskannya (mengenai hal ini, simak dialog Roy dengan ayahnya Ani saat tengah bermain catur, h. 206). Balada si Roy adalah hasil pengembaraan Gol A Gong remaja mereguk setiap sudut indonesia bahkan Asia.

Melalui Roy, kita pun diajari sikap besar hati dan pemaaf. Hal itu bisa kita simak saat Roy tahu yang membuatnya mengalami hal-hal ganjil mabuk kepayang kepada Wiwik, lantaran diteluh-pelet oleh Wiwik yang sakit hati oleh sikap Roy. Setelah sembuh Roy pun segera menemui Wiwik untuk meminta maaf. Pun saat Dullah meminta maaf karena telah membunuh Joe, anjing kesayangannya, Roy pun memaafkannya tanpa memendam dendam.

Perhatikan penegasan naratif Gol A Gong; Dia sering mengalami kisah yang membuat jiwanya matang. Dia sudah bisa memilih mana yang baik dilakukan dan tidak. Dia tidak akan pernah membenci seseorang kalau sumber kesalahan ada padanya. Jika dia bersalah terhadap anak kecil pun, dia tidak akan merasa jatuh wibawanya untuk meminta maaf (h. 255).

Pun saat Roy membesarkan hati Toni yang putus asa saat harus menerima kenyataan pahit sebelah kakinya mesti diamputasi akibat kecelakaan maut. Melalui cerita “berapa kilo daging” yang begitu sugestif Roy pun berhasil mengembalikan kepercayaan diri Toni untuk bangkit menerima kenyataan hidup. Napoleon adalah pria cebol untuk ukuran sana, aktris jelita Marlee Matlin bisu tuli, dan Stevie Wonder buta. Tuhan selalu memberikan hal-hal terbaik buat umatnya. Percayalah ini! Sejarah sudah membuktikannya (h. 220). Tegas Gong.

Begitu banyak hikmah dan pelajaran kehidupan yang dijalani Roy yang bisa kita petik di sekujur novel ini. Terimakasih Roy, kau telah berbagi pengalaman hidup yang luarbiasa! Kita tunggu terbit ulangnya 9 edisi novel Roy selanjutnya! *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==