Sebelum diskusi dimulai, kami memakan buah durian segar bersama-sama. Memakan durian sebelum berdiskusi ternyata cukup ampuh untuk menambah semangat. Kang Tohir, Abdul Salam dan saya duduk berhadapan dengan para anggota ICMI yang berjumlah tujuh orang, yang notabene berprofesi sebagai guru, dan ada pula yang dosen. Kang Tohir bertindak sebagai moderator yang memimpin jalannya diskusi. Abdul Salam dan saya menjadi narasumber.

Dalam diskusi yang hangat dan santai itu, para anggota ICMI memberitahukan latar belakang diadakannya diskusi ini, yakni mereka ingin menerbitkan buku kumpulan esai, namun mereka masih bingung bagaimana caranya menulis esai.

Kebingungan atau kesulitan yang mereka hadapi di antaranya ialah mereka masih bingung apa itu esai, bagaimana struktur atau mekanisme penulisannya, bagaimana cara menuliskan paragraf dan kalimat pembuka yang menarik, apa saja yang ada di dalam esai, dan seterusnya, dan seterusnya.

Kami menjawab pertanyaan-pertanyaan itu satu per satu sesuai dengan apa yang kami ketahui dan alami. Selain itu, kami juga menyambut baik rencana penerbitan buku tersebut, karena memang sudah seharusnya para anggota ICMI menerbitkan buku, memberikan sumbangsih berupa gagasan-gagasan yang segar ala cendekiawan.

Cendekiawan sendiri, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, memiliki makna, pertama, orang cerdik pandai; orang intelek. Kedua, orang yang memiliki sikap hidup yang terus-menerus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu.

Dengan begitu, seorang cendekiawan, dalam pandangan Nurcholish Madjid alias Cak Nur, diharapkan menunaikan amanat ilmu pengetahuannya dengan mengamalkannya secara konsisten dan konsekuen (istiqamah). Hanya dengan begitu ia dapat diharap mampu dengan baik penuh otoritas, kewenangan dan wibawa untuk melaksanakan tugas kewajiban selaku “pewaris para Nabi”, sebagai “kekuatan moral” dalam masyarakat (Satu Menit Pencerahan Nurcholish Madjid, Penerbit Imania, 2013, halaman 230).

Dari penjelasan di atas bisa dikatakan bahwa cendekiawan adalah orang yang pandai, intelektualitasnya tinggi, selalu bergelut dengan pikiran-pikirannya demi mencoba memecahan permasalahan di lingkungan sosialnya sebagai bentuk pengamalan ilmu pengetahuannya. Pendek kata, cendekiawan adalah pemikir dan pemberi solusi.

Lalu, apa yang bisa dijadikan indikator atau bukti bahwa seseorang berpikir? Salah satunya ialah tulisan, buku, karena ia adalah hasil pikiran dan perenungan.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==