Saat siap masak, hubby nongol lagi dan berkata dengan nada menggantung di ujung kalimat. “Kalau daging dimasak, enak kali, Mah…,” kata hubby.

Aku tercenung mengingat daging sapi yang masih dalam kondisi beku. Kebayang agak lama mengolahnya, meski daging sudah matang. Demi permintaan hubby, aku olah daging beku dalam panci presto sementara aku masak nasgor. Kebetulan bawang merah, cabe hijau, dan potongan nanas sudah siap tumis. Akhirnya nasgor selesai masak bersamaan dengan katup presto yang bergoyang riang diembus asap dari dalam panci.

Habis itu aku mengolah daging jadi semur less sauce. Jadi kuahnya kubiarkan sedikit saja, supaya bisa ditata sepiring dengan telur mata sapi. Taburan bawang goreng ‘dipuruluk’ di atas semur. Monmaap sundanese vibes, aku tiba-tiba teringat almarhumah emak mertuaku yang suka sekali memakai kata itu tiap ingin menaburkan bawang goreng. Al fatihah bagi almarhumah.
Alhamdulillah tugas pertama masak sarapan buat hubby terselesaikan. Aku sendiri belum ingin sarapan, rasanya mencicipi masakan pun sudah bikin kenyang. Aku mau nyeduh kopi aja, tapi nunggu hubby tidak melihatnya karena beliau sedang menghindari kopi. Hihihi. Sehat-sehat semuanya! ![]()
Tias Tatanka



