Durasi belajarnya 6 bulan. Kelasnya di tempat terbuka. Pertama kali kelas jurnalistik, kelas cerpen, kelas novel, kemudian Film. Kelas Puisi diasuh Toto ST Radik. Alumninya menguasai semua jenis menulis.

Kemudian ada yang menekuni profesi wartawan, penulis skenario, membuat PH, jadi novelis, membuat penerbitan. Tapi mereka mampu menulis berita, feature, essay, cerpen, puisi, novel, dan film.

Hanya saja tidak semua peserta menjadikan keterampilan menulis sebagai profesi, mereka ada yang tetap bekerja di dunia formal. Tapi karya-karya mereka berupa antologi cerpen, puisi, dan novel diluncurkan dan dibedah di World Book Day, setiap April.

Sekarang sudah 39 angkatan. Kelasnya offline dan gratis. Sayang, tahun 2020-2022 vacum karena pandemi Covid-19.


